Evaluasi Pertumbuhan dan Kesehatan Tanaman Mangrove Rhizophora mucronata di Pantai Samas Desa Srigading Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

Penulis

  • Angga Daniel Surbakti Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Agus Prijono Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Didik Surya Hadi Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Pantai Samas, Rhizophora mucronata, Pertumbuhan, Kesehatan

Abstrak

Ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi lingkungan pesisir. Hutan mangrove berfungsi sebagai pelindung garis pantai dari abrasi dan erosi, mengurangi dampak gelombang, serta menyediakan habitat bagi berbagai spesies ikan dan hewan laut lainnya. Banyak tanaman mangrove yang rusak maka diperlukannya pemantauan dan penanaman kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan tanaman mangrove Rhizophora mucronata, mengetahui pertumbuhan tanaman mangrove dan mengetahui kesehatan tanaman mangrove berupa jenis-jenis gangguan dan tingkat kerusakan. Penelitian ini dilakukan di Pantai Samas Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dengan koordinat lokasi 8.005926°S 110.264849°E. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus. Analisis data dilakukan untuk mengetahui persentase tumbuh tanaman dengan cara membandingkan jumlah tanaman yang ada pada petak ukur dengan jumlah tanaman hidup kemudian dikali dengan 100%. Berdasarkan hasil penelitian evaluasi kesehatan dan pertumbuhan
tanaman mangrove Rhizophora mucronata yang berjumlah 150 tanaman, terdapat 95 tanaman hidup (63%) termasuk dalam kategori sedang pada umur 73 hari. Pertumbuhan mangrove Rhizophora mucronata didapatkan pada umur 73 hari yaitu tinggi 61,5 cm, diameter 1,95 cm, dan jumlah daun 3,67. Gangguan pada tanaman Rhizophora mucronata meliputi daun, batang, dan pucuk. Gangguan pada daun yaitu menguning dan daun kering, gangguan pada batang yaitu batang mengering,
dan gangguan pada pucuk yaitu pucuk mati.

Referensi

Latarissa, N., Wattimena, C. M. A., & Latumahina, F. S. (2023). Identifikasi Kerusakan Mangrove Akibat Faktor Biotik Dan Abiotik Pada Pesisir Pantai Desa Poka Kota Ambon. Jurnal Penelitian Kehutanan, 26(2), 117–127. http://dx.doi.org/10.35138/wanamukti.v26iII.643

Lugina, M., Indartik, & Aulia Pribadi, M. (2019). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Dan Kontribusinyaterhadap Pendapatan Rumah Tangga : Studi Kasus Desa Pamogan, Tuban dan Kutawaru. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 16(3), 197–210.

Matatula, J.-. (2019). Keragaman Kondisi Salinitas Pada Lingkungan Tempat Tumbuh Mangrove di Teluk Kupang,NTT. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(3), 425. https://doi.org/10.14710/jil.17.3.425-434

Naibaho, A. A., Harefa, M. S., Nainggolan, R. S., & Alfiaturahmah, V. L. (2022). Investigasi Pemanfaatan Hutan Mangrove dan Dampaknya Terhadap Daerah Pesisir di Pantai Mangrove Paluh Getah, Tanjung Rejo. J-CoSE: Journal of Community Service & Empowerment, 1(1), 22–33. https://doi.org/10.58536/j-cose.v1i1.3

Purwoko, P. F., Wulandari, A. A., Benariva, A. P., Tiara, A., Sabiel, M. Q. T., Risaandi, R., Jannati, A., Nugraha, A., Noriko, N., & Priambodo, T. W. (2015). Ketahanan Vegetasi Wilayah Mangrove Suaka Margasatwa Muara Angke, DKI Jakarta terhadap Sampah dari Aliran Sungai. Seminar Nasional PBI, 1–8.

Ristiyanto, A., Djunaedi, A., & Suryono, C. A. (2019). Korelasi antara Kelimpahan Kepiting dengan Kerapatan Mangrove di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah. Journal of Marine Research, 8(3), 307–313. https://doi.org/10.14710/jmr.v8i3.24573

Rumondang, Umaiyu, S., Rudi, S., & Siagian, A. D. (2023). Dharmawan Siagian. 16(2), 80–89.

Safe’i, R., Kaskoyo, H., Ardiansyah, F., & Pangestu, A. Y. (2022). Pelatihan Penggunaan Sistem Informasi Pemantauan Kesehatan Hutan di KPH IX Kota Agung Utara Kabupaten Tanggamus. Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan IPTEKS, 20(1), 38–52. https://doi.org/10.33369/dr.v20i1.19270

Salsabila, N. P., Latifah, S., & Hidayati, E. (2022). MORFOMETRI DAUN Rhizophora mucronata DI PULAU TEMUDONG DAN PULAU KERAMAT KECAMATAN UTAN SUMBAWA NTB. Jurnal Rimba Lestari, 2(1), 6–14. https://doi.org/10.29303/rimbalestari.v2i1.1352

Solikhah, H. E. D., & Budihastuti, R. (2018). Hubungan Kualitas Air dengan Pertumbuhan Semai Rhizophora mucronata Lamk. Pada Periode Pengamatan yang Berbeda. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 3(2), 215–222. https://doi.org/10.14710/baf.3.2.2018.215-222

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-29

Cara Mengutip

Surbakti, A. D., Prijono, A., & Hadi, D. S. (2025). Evaluasi Pertumbuhan dan Kesehatan Tanaman Mangrove Rhizophora mucronata di Pantai Samas Desa Srigading Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. AGROFORETECH, 3(3), 1857–1863. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2116

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check