Intensitas Serangan Penyakit Busuk Pangkal Batang pada Perkebunan Kelapa Sawit
Kata Kunci:
intensitas serangan, busuk pangkal batang, Ganoderma boninense, kelapa sawitAbstrak
Penyakit busuk pangkal batang (BPB) merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang perkebunan kelapa sawit. Penyakit busuk pangkal batang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui intensintas serangan penyakit busuk pangkal batang pada perkebunan kelapa sawit di PT Prakarsa Tani Sejati. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara melakukan sensus pada semua pohon yang terserang penyakit busuk pangkal batang. Sensus dilakukan di blok 63, 5, 7b dengan umur tanaman 6, 8, 14 tahun. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa pokok yang berada pada tingkat serangan ringan, sedang, berat, dan mati. Persentase intensitas serangan blok 63, 5, 7b adalah 5,53%, 0,77%, 2,17%. Intensitas serangan tertinggi di blok 63, hal ini dikarenakan blok 63 merupakan blok yang sudah di replanting atau memiliki generasi tanam kedua meskipun umur tanamanya paling muda (6 tahun). Pada generasi tanam yang sama, intensitas serangan lebih tinggi pada tanaman yang lebih tua. Hal ini disebabkan karena penyebaran penyakit busuk pangkal batang terjadi akibat kontak antara akar tanaman sehat dan tanaman sakit. Akar tanaman sakit akan menjadi sumber inokulum di dalam tanah. Seiring dengan berjalannya waktu sumber inokulum di dalam tanah juga meningkat, sehingga semakin tua umur dan generasi tanam memiliki resiko untuk terserang Ganoderma sp. menjadi semakin besar. Semakin tua umur dan semakin meningkatnya generasi tanam, maka intensitas serangan Ganoderma boninense meningkat
Referensi
Evizal, R., & Prasmatiwi, F. E. (2022). Penyakit Busuk Pangkal Batang dan Performa Produktivitas Kelapa Sawit. Jurnal Agrotropika, 21(1), 47. https://doi.org/10.23960/ja.v21i1.5617
Hendarjanti, H., & Sukorini, H. (2022). Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada pembibitan untuk menekan kejadian penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit. E-Journal Menara Perkebunan, 90(2), 119–133. https://doi.org/10.22302/iribb.jur.mp.v90i2.495
Mahmud, Y., Romantis, C., & Zam, S. I. (2020). Efektivitas Trichoderma virens Dalam Mengendalikan Ganoderma boninense Di Pre Nursery Kelapa Sawit Pada Medium Gambut. Jurnal Agroteknologi, 11(1), 11. https://doi.org/10.24014/ja.v11i1.8751
PASPI. (2023b). Ketahanan Pangan Minyak Nabati Global BerkelanjutanNo. 1. https://palmoilina.asia/jurnal-kelapa-sawit/ketahanan-pangan-minyak-nabati/
Purba, M., Agustina, N. U. R. A., & Winson, K. (2019). Intensitas serangan Ganoderma boninense pada fase tanaman menghasilkan di perkebunan kelapa sawit tanah mineral dan gambut. Agroprimatech Vol. 3 No. 1, Oktober 2019, 3(1), 27–30. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.31457.94562
Susanto, A (2012). S.O.P Pengendalian Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit.
Susanto, A., Prasetyo, A., & Wening, S. (2013). Laju Infeksi Ganoderma pada Empat Kelas Tekstur Tanah. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 9(2), 39–46. https://doi.org/10.14692/jfi.9.2.39
Utami, Kartika, Supriadi, dan K. S. L. (2016). Evaluasi Sifat Fisik Tanah Terhadap Laju Infeksi Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit(Studi Kasus : PT. PD. PATI). Jurnal Agroteknologi, 4(3), 2146–2157
Wildah Adhwiyah Hasibuan, H. (2024). Kajian Serangan Penyakit Busuk Pangkal Batang ( Ganoderma boninense ) terhadap Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq .) di. September, 1489–1507.
Yuniasih, B. (2018). Tingkat Keparahan Serangan Ganoderma sp. Pada Berbagai Umur Tanaman Kelapa Sawit. Prosiding Seminar Instiper Tahun 2018, 91–96.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


