Analisis Finansial Hutan Kemasyarakatan Pola Agroforestry Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Petani Hutan (Studi Kasus: Kelurahan Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)

Penulis

  • Rijal Purnama Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Darul Falah Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Hastanto B Woesono Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Hutan Kemasyarakatan, Analisis Finansial, Kontribusi Pendapatan

Abstrak

Permintaan kayu Jati (Tectona grandis) untuk kebutuhan bahan baku industri semakin meningkat sehingga untuk memenuhi permintaan kayu Jati dengan melakukan pembangunan hutan kemasyarakatan. Selama melakukan pembangunan hutan kemasyarakatan pola agroforestry terdapat banyak petani hutan yang belum mengetahui total biaya yang dikeluarkan sehingga belum dapat diketahui layak tidaknya untuk dilanjutkan. Analisis finansial merupakan parameter yang digunakan untuk mengetahui kelayakan suatu usaha untuk dijalankan, sedangkan analisis kontribusi pendapatan digunakan untuk mengetahui persentase pendapatan dari tanaman yang diusahakan di hutan kemasyarakatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis finansial dan menganalisis kontribusi pendapatan hutan kemasyarakatan pola agroforestry terhadap pendapatan rumah tangga petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha yang dijalankan oleh petani di Kelurahan Katongan dalam 1 daur selama 25 tahun tidak layak dilanjutkan. Berdasarkan hasil analisis finansial nilai pendapatan bersih sebesar - Rp. 135.076.132. Kontribusi pendapatan dari hutan kemasyarakatan bagi pendapatan rumah tangga petani yaitu sebesar 50,04%.

Referensi

Abdurachman, Akbar Acep, & Supriadi ahmad. (2020). Vademecum-Kehutanan-Indonesia. KLHK, 470–479.

Besar, B., Teknologi, P., & Guna, T. (2014). Analisa Kelayakan Finansial Pengembangan Usaha Produksi Komoditas Lokal: Mie Berbasis Jagung Financial Feasibility Analysis for Business Development Based on Local Commodities: Corn Noodle Parama Tirta Wulandari Wening Kusuma, Nur Kartika Indah Mayasti. In AGRITECH (Vol. 34, Nomor 2).

Mulyadin R.Mohammad, Surati, & Ariawan Kuncoro. (2016). Jurnal_Kajian Hutan Kemasyarakatan Sebagai Sumber Pendapatan Kasus Di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, Vo.13 No.1, 13–23.

Nur Oktalina, S., Hidayat, R., Studi Pengelolaan Hutan, P., Teknologi Hayati dan Veteriner, D., & Vokasi, S. (2018). Analisis Rantai Pemasaran Kayu Sertifikasi Fsc Di Kabupaten Kulon Progo.

Perdana Aulia. (2011). Memahami Rantai Perdagangan Kayu Jati. Worldagroforestry.org.

Pratama Anggah. (2022). Cost Dan Benefitperkebunankelapa Sawit (ElaeisQuineensis Jacq) Di Pt Iis (Inti Indosawit Subur)Desabulian Jaya Kecamatan Maro Seboilir Kabupaten Batanghari. repository.unbri.ac.id, 11–13.

Rimbawan, R., Dwi, E., Program, P., & Kehutanan, S. (2021). Pengelolaan Agroforestri Pinus-Kopi Dan Kontribusinya Bagi Masyarakat Desa Babadan Pada Kawasan Hutan Pinus Perhutani Kph Malang Jawa Timur Management of Agroforestry Pine-Coffee and Contribution for Villagers of Babadan in the Pine Forest Area Perhutani KPH Malang, East Java. In Jurnal Sylva Scienteae (Vol. 04, Nomor 4).

Sabar Adrayanti, Dassir Muhammad, & Nur Ita Sri eka. (2022). Jurnal_Modal Sosial Masyarakat Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Buhung Lali Kec. Gantarang Kab. Bulukumba. Jurnal Kehutanan Papuaasia, Vol.8 No.1, 94–101.

Sulistyati, T., Dan/, W., & Achmad, B. (2012). Analisis Finansial Usahatani Hutan Rakyat Pola Wanafarma Di Majenang, Jawa Tengah (The Financial Analysis of Private Forest Farming of Wanafarma Cropping Pattern in Majenang, Central Java).

Utami, N. N. (2015). Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Ditinjau Dari Perspektif Assets Based Community Development.

Unduhan

Diterbitkan

2024-03-25

Cara Mengutip

Purnama, R., Falah, D., & Woesono, H. B. (2024). Analisis Finansial Hutan Kemasyarakatan Pola Agroforestry Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Petani Hutan (Studi Kasus: Kelurahan Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). AGROFORETECH, 2(1), 543–560. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1187

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check