Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Pertumbuhan Tinggi Tanaman Jabon di Area Hutan Rakyat Binaan PT. Dharma Satya Nugraha Temanggung
Kata Kunci:
MAI, Jabon, Sosial EkonomiAbstrak
Penelitian ini dilakukan di beberapa area hutan rakyat binaan PT. Dharma Satya Nusantara Temanggung, dengan menggunakan metode survey deskriptif dan penarikan sampel secara purposive sampling dengan melakukan wawancara kepada 25 orang petani Jabon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel bebas berupa umur pelaku usaha, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, tenaga kerja terhadap variabel terikat pertumbuhan tinggi tanaman jabon yang ada. Variabel bebas merupakan faktor sosial ekonomi dan riap rata – rata tahunan (MAI) adalah variabel terikatnya. Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda, dengan mencari tahu nilai dari uji F, uji-t, koefisien determinasi dan (MAI) tertinggi dari 25 responden. Dari hasil analisis menggunakan bantuan SPSS 23 diperoleh R-square 49,5 % yang menjelaskan besaran pengaruh yang diberikan oleh variabel bebas secara bersama – sama terhadap variabel terikat. Sedangkan multiple R-square nya 32,7% yang memberikan informasi mengenai variasi nilai variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh model yang digunakan,selebihnya dipengaruhi oleh faktor yang tidak diteliti. Hal ini mengidentifikasi bahwa pengaruh umur pelaku usaha, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, tenaga kerja berpengaruh simultan hal ini didukung oleh hasil (uji F) dan hasil F-hit > F-tab pada taraf kepercayaan 95% (a 0,05), secara parsial (uji-t) variabel umur, pendidikan terakhir, luas lahan berpengaruh signifikan dengan pertumbuhan tinggi tanaman. Dari 25 responden diperoleh nilai riap rata – rata per tahun tanaman jabon berada pada kisaran 1,16 m pertahunnya dengan riap tertinggi 3, 26 m dan terendah 0,38 m pada rentan tahun tanam 2020 sampai 2023.
Referensi
Astuti, S. I., Arso, S. P., & Wigati, P. A. (2015). Peranan Hutan Sebagai Manfaat Ekonomi. Dlhk.Bantenprov, 3, 103–111.
Dewi, I. N., Zaini, A., & Imang, N. (2019). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Dan Efisiensi Pemanfaatan Faktor Produksi Terhadap Produksi Usahatani Pepaya Callina (Carica papaya L.) di Kota Balikpapan. Jurnal Pertanian Terpadu, 7(2), 236–250.
Ferdian, A. (2019). Analisis Faktor - Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pedapatan Usaha Tani Padi Ladang Dalam Perspektif Ekonomi Islam.
Irawan, A., Iwanuddin, I., Elsjoni Halawane, J., & Ekawati, S. (2017). Analisis Persepsi Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Keberadaan Kawasan Kphp Model Poigar. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 14(1), 71–82. https://doi.org/10.20886/jpsek.2017.14.1.71-82
Prijono, A., & Wahyudiono, S. (2021). Pertumbuhan Tanaman Jabon Pada Satu Rotasi (6 Tahun) Dengan Awal Tumpangsari Pada Hutan Rakyat Di Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. 11(2).
Senoaji, G. (2011). Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan Lindung Bukit Daun Di Bengkulu. Sosiohumaniora, 13(1), 1–17. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v13i1.5458
Tatik, S., & Pebriansyah. (2021). DAUR VOLUME OPTIMAL JATI DI HUTAN RAKYAT (STUDI KASUS DI DESA GIRIKARTO, KECAMATAN PANGGANG, KABUPATEN GUNUNG KIDUL). 11(2).
Thamrin, M., & Herman, S. (2012). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Petani Pinang. 17(2), 85–94.
Yuliara, I. M. (2016). Regresi linier berganda. Journal Article, 1–6
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


