Penjarangan Awal Tanaman Sengon Jarak Tanam 2m X 2m Agroforestry Sederhana di Widodomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta

Authors

  • Agus Prijono Auliya, H., Mufidah, A., & Ahmad, J. 2020. Korelasi Diameter Tajuk Aerial dan Diameter Batang Setinggi Dada (130 cm) Berbasis Citra Drone Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mandiangin. Jurnal Sylva Scienteae, 3(3): 518. Farid Bdr, M., Ifayanti, R., Ahmad, F. A., & Muhammad, F. A. 2021. Penggunaan Pesawat Tanpa Awak (Drone) Dalam Melakukan Pemantauan dan Identifikasi Otomatis Pada Pertanaman Jagung Di Kelompok Tani Pattarowangta, Kabupaten Takalar. Jurnal Dinamika Pengabdian, 7(1): 191–201. Hakim, A. M., Heni, E., & Dwi, E. M. 2021. Peran drone dalam pemetaan. Jurnal AGRIFOR, 20(1): 2-3. Hardjana, A. 2013. Model Hubungan Tinggi dan Diameter Tajuk Dengan Diameter Setinggi Dada Pada Tegakan Tengkawang Tungkul Putih (Shorea macrophylla (de Vriese) P.S. Ashton) dan Tungkul Merah (Shorea stenoptera Burck.) Di Semboja, Kabupaten Sanggau. Jurnal Penelitian Dipterokarpa, 7(1): 7-18. Hartono, D., & Soni, D. 2018. Pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Jenis Quadcopter untuk Percepatan Pemetaan Bidang Tanah (Studi Kasus: Desa Solokan Jeruk Kabupaten Bandung). Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, 18(1): 30-40. Haryanti, W., Adisel, Fatrima, S. S., & Suryati 2021. Pengaruh Media Dua Dimensi Terhadap Konsep Pemahaman Matematika. Journal of Elemantary School, 4(2): 160-165. Indonesia. 2009. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.33 Tahun 2009 Pedoman Inventarisasi Hutan Meyeluru Berkala Pada Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Produksi. Jakarta. Indrawan Sanny, B., & Rina, K. D. 2020. Pengaruh Net Interest Margin (NIM) Terhadap Return on Asset (ROA) Pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Tbk Periode 2013-2017. Jurnal E-Bis, 4(1): 78–87. Mardiatmoko, G., Pietersz, J. H., & Boreel, A. 2014. Ilmu Ukur Kayu dan Inventarisasi Hutan. Badan Penerbit Universitas Pattimura. Ambon Noer, R. N., Ike, R., & Yanna, F. B. 2020. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Billing Manajemen Di PT. HALEYORA Power ULP Sukabumi Kota. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara. 7(2): 323-332. Rizqi, M. 2018. Perencanaan Jalur Terbang Tanpa Pilot Pada Proses Pengumpulan Data Untuk Pemetaan Dengan Penerbangan Tanpa Awak. Jurnal Link. 27(1): 3-14. Soedomo, S., & Kartodihardjo, H. 2011. Prospek Industri Hutan Tanaman di Indonesia. https://repository.ipb.ac.id/. Diakses pada 30 Januari 2023. Stefano, A. 2020. Pemanfaatan Drone dalam Pemetaan Kontur Tanah Utilization of Drones in Land Contour Mapping. Jurnal Buletin LOUPE, 16(2): 32-34. Suhartati, T., Sugeng, W., Karti, R. K. 2022. Karakteristik Pohon Jati Unggul Nusantara (JUN) Umur 3 Tahun Berbasis Citra Drone Di RPH Mulo KPH Yogyakarta. Jurnal Kehutanan Papuasia, 8(2): 317-325. Tananda, G., Sugeng, W., & Hastanto, B. W. 2020. Pemantauan Pertumbuhan Diameter dan Tinggi Tanaman Eucalyptus sp. Pada Umur 16 Bulan Menggunakan Hasil Foto Udara Dengan Drone. Jurnal Wana Tropika, 1(1): 1-2. Wahyudiono, S. 1999. Diktat Ilmu Ukur Kayu. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper.Yogyakarta., Indonesia
  • Rawana Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Indonesia
  • Setiaji Heri Saputro Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55180/jwt.v15i2.2344

Keywords:

The first thinning, sengon, simple agroforestry, 2m x 2m, Widodomartani

Abstract

The Widodomartani community cultivates some of their land for forest plants, generally sengon (Falcataria moluccana) is liked community because fast growing species and harvested quickly. Generally, the planting pattern used is simple agroforestry, with a planting distance of 2m x 2m. This research aims to determine the growth using agroforestry pattern ,time the first thinning and  their plant components  . The growth data taken is in the form of height, diameter and plant components. The growth data obtained was t tested. The results research t tested showed that agroforestry pattern is better than monoculture to 3 aged for average height and average diameter before 3 aged but at 3 aged not significant so this is the right time for the first thinning so that when harvesting the results are optimal. The plant components first year include sengon with intercropping of cassava, chili peppers, blue taro, tomatoes, corn, papaya  and after first year sengon, blue taro, papaya. The disturbance found was tumor rust caused by Uromycladium tepperianum.

References

Anonim. (2021). Ilwa Bakal Transformasi Asosiasinya Menjadi Modern. Jateng.Antaranews.Com.

Anonim. (2022). Kunjungan Praktek lapangan Mahasiswa Kehutanan INSTIPER Yogyakarta.

Baker, F. S., T.W. Daniel, & J.A. Helmsl. (1987). Prinsip-Prinsip Sivikultur. Terjemahan Djoko Marsono. (Oemi Hani’in Soeseno, Ed.; 2nd ed.). Gadjah Mada University Press.

Baskorowati, L. (2014). Budidaya Sengon Unggul (Falcataria moluccana) Untuk Pengembangan Hutan Rakyat. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kehutanan dan Dirjen Bina Usaha Kehutanan. Kementerian Kehutanan. Penerbit IPB Press. JakartaIndrajaya, Y. (2017). Daur Optimal Hutan Tanaman Sengon Dalam Proyek Aforestasi: Review Hasil Penelitian Suharlan 1975. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. Volume 6 (2), 147-156. Jurnal Balithut Makasar.

Evans, J. & J.W. Turnbull. (2004). Plantation Forestry in the Tropics. Oxford University Press. Third edition. New York.

Indrajaya, Y. (2017). Daur Optimal Hutan Tanaman Sengon Dalam Proyek Aforestasi: Review Hasil Penelitian Suharlan 1975. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. Volume 6(2). Agustus 2017: 147-156.

Indriyanto. (2008). Pengantar Budi Daya Hutan. Cetakan Pertama. Penerbit PT Bumi Aksara. Jakarta.

Krisnawati, H. , Evellina V., Maarit K., & Markku K. (2011). Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen. Ekologi, Silvikultur dan Produktivitas. CIFOR, Bogor, Indonesia.

Mansur, I. (2015). Bisnis dan Budidaya 18 Kayu Komersial. PT. Penebar Swadaya.

Nair, K. S. S., & Sumardi. (2000). Insect pests and diseases in Indonesian forests. CIFOR, Bogor, Indonesia.

Nyland, R. D. ,. (1996). Silviculture.

Prijono, A., & Saputro, H. S. (2024). Pertumbuhan Sengon Umur Lima Tahun pada Tanah Regosol di Widodomartani, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Wana Tropika , 14(01), 28–35.

Rahayu, S. (2014). Penyakit Karat Tumor pada tanaman sengon (Falcataria moluccana). (Cetakan kedua). Gadjah Mada University Press.

Sumarno, A. (2012). . Sengon dan Jabon Kayu Super Cepat. PT. Penebar Swadaya.

Trubus. (2022a). Sengon pasar ekspor perlu pasokan besar (L/III, Vol. 629).

Trubus. (2022b). Sengon sumber laba super: Vol. L/III (Trubus nomer 629).

Warisno dan Kres Dahana. (2010). Investasi Sengon. PT Gramedia Pustaka Utama. Cetakan ke-2.

Warisno, & Kres D. (2010). Investasi Sengon (Cetakan ke-2). PT Gramedia Pustaka Utama.

Young, R.A. and R.L.Giese. (2003). Introduction to Forest Ecosystem Science and Management. Third edition. USA.

Published

2026-01-19

How to Cite

Prijono, A., Rawana, & Saputro, S. H. (2026). Penjarangan Awal Tanaman Sengon Jarak Tanam 2m X 2m Agroforestry Sederhana di Widodomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. WANA TROPIKA, 15(2), 60–68. https://doi.org/10.55180/jwt.v15i2.2344

Issue

Section

Artikel

Citation Check

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>