Prosiding Seminar Nasional PERTETA 2018
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PTT
<p>Kegiatan seminar nasional perteta tahun 2018 digelar di PERTETA cabang Yogyakarta bekerjasama dengan Instiper Yogyakarta, sebagai salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis INSTIPER ke- 60. Selaras dengan kompetensi utama INSTIPER serta transformasi INSTIPER dengan visi “NIwAT” (New Instiper With Advance Technology) 2018-2022, maka tema acara yang diusung pada Seminar Nasional PERTETA 2018 adalah “Mekanisasi, Otomasi dan Aplikasi ICT dalam Mendukung Bioindustri dan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan”. Seminar nasional PERTETA 2018 akan dihadiri oleh berbagai stakeholder yang memiliki kontribusi dalam upaya mekanisasi, otomasi dan aplikasi ICT yang meliputi kalangan pemerintah, industri, praktisi serta akademisi dalam plenary session. Selanjutnya, seluruh peserta yang hadir yang merupakan anggota PERTETA selaku akademisi dari berbagai universitas di seluruh Indonesia akan menyajikan makalah hasil penelitian yang selaras dengan tema: Mesin dan Peralatan, Teknik Tanah dan Air, Renewable Energy dan Bioenergi, Teknik Proses dan Industri Hilir, Otomasi dan ICT serta Lingkungan dan Bangunan Pertanian. Adanya Seminar Nasional PERTETA 2018 di INSTIPER ini, diharapkan penyebarluasan hasil riset dan teknologi maju khususnya di bidang pertanian– perkebunan dapat terlaksana dengan baik. Selain itu diharapkan dapat terciptanya peningkatan kolaborasi riset teknologi dan inovasi antar institusi guna menyongsong era Revolusi Industri 4.0.</p>Program Studi Teknik Pertanian INSTIPER Yogyakartaid-IDProsiding Seminar Nasional PERTETA 2018UJI KINERJA MESIN PENYOSOH SORGUM TYPE SILINDER VERTICAL TINGKAT TIGA
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PTT/article/view/2789
<p>Uji kinerja mesin penyosoh sorgum dilakukan untuk mengetahui performance mesin penyosoh sorgum secara keseluruhan. Mesin ini berfungsi untuk menyosoh biji sorgum sehingga menjadi bersih dari kulit luarnya dan dapat menurunkan kadar tannin yang banyak dikandung di dalam kulit luar biji (lapisan endosperm) sorgum. Lapisan tersebut dapat menurunkan daya cerna protein dalam lambung dan menyebabkan rasa sembelit. Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong telah mengembangkan mesin penyosoh sorgum tipe abrasive dengan kapasitas kerja 50-100 kg/jam (masih 4 x ulangan). Untuk itu maka dilakukan rekayasa desain baru untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi penyosohan (1 x ulangan). Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan desain dan pengembangan prototipe mesin penyosoh biji sorgum tipe silinder tingkat tiga dengan sasaran utama, yaitu : (i) Mengembangkan sistem penyosohan menggunakan batu abrasive; (ii) Mengembangkan mekanisme sistem penyosohan bertingkat tiga; (iii) mengembangkan system putaran saringan berlawanan arah dengan putaran batu abrasive; (iv) menghasilkan sorgum yang tersosoh dengan kenampakan bentuk utuh dan warna cerah. Kegiatan rekayasa desain mesin penyosoh sorgum ini dilakukan dengan metode dan tahap kegiatan yang terbagi menjadi : tahap persiapan, tahap perancangan desain, pabrikasi, tahap pengujian, dan tahap pelaporan. Hasil pengujian kinerja menunjukkan bahwa kapasitas penyosohan optimum (tiga tingkat) dengan satu kali penyosohan adalah 100-150 kg/jam dengan kadar tannin 0,09 % dan biji pecah 3-5 % serta whiteness mencapai 41,03 % (kenampakan biji utuh dan cerah)</p>Ana NurhasanahAthoillah AzadiDaragantina NursaniAmiq Nurul Azmi
Hak Cipta (c) 2018 Prosiding Seminar Nasional PERTETA 2018
2026-09-112026-09-1111111Front Matter Prosiding Seminar Nasional PERTETA 2018
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PTT/article/view/2792
<p>.</p>Perteta INSTIPER
Hak Cipta (c) 2018 Prosiding Seminar Nasional PERTETA 2018
2026-09-112026-09-1111PENGEMBANGAN SMART GREENHOUSE UNTUK BUDIDAYA HORTIKULTURA
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PTT/article/view/2790
<p>Greenhouse merupakan suatu lingkungan tumbuh tanaman yang bersifat terkendali. Pengembangan greenhouse untuk budidaya hortikultura sangat penting sebagai penjamin keberhasilan tumbuh dari pengaruh lingkungan seperti suhu, kelembaban udara, intensitas matahari, dan hama penyakit. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merekayasa prototipe smart greenhouse terkendali untuk budidaya hortikultura beserta perangkat lunak sistem kontrol iklim mikro secara otomatis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahapan desain, pabrikasi serta pengujian kinerja greenhouse. Greenhouse yang dibangun adalah tipe modified arch greenhouse yang dilengkapi dengan bukaan atas. Dimensi keseluruhan adalah 12 x 8 x 5.7 meter, dengan tinggi ruang tanam adalah 3 meter. Konstruksi utama menggunakan besi galvanis, atap menggunakan UV plastik film setebal 0.5 mm, dan dinding menggunakan screen net berukuran 35 mesh. Greenhouse dilengkapi dengan exhaust fan, blower, misting dan shading net yang dikontrol secara otomatis berdasarkan suhu, dan kelembaban udara yang terukur. Pengujian kinerja greenhouse dilakukan saat tanpa tanaman dan dengan tanaman, dengan mengikuti prosedur pengujian greenhouse sesuai SNI 7605: 2010. Hasil pengujian kinerja greenhouse menunjukkan bahwa penggunaan greenhouse baik saat tanpa tanaman atau dengan tanaman, suhu didalam greenhouse lebih rendah dari pada diluar greenhouse dan dengan penggunaan kontrol otomatis dapat menurunkan suhu didalam greenhouse hingga 6 oC</p>Andi Nur Alam SyahTitin NuryawatiWahyu Satria Litananda
Hak Cipta (c) 2018 Prosiding Seminar Nasional PERTETA 2018
2026-09-112026-09-11111219PENYUSUNAN MODEL MATEMATIKA BERAT TBS KELAPA SAWIT TERHADAP BACAAN TIMBANGAN PADA ANGKONG SEBAGAI DASAR RANCANGAN ANGKONG DIGITAL
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PTT/article/view/2791
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematika pembacaan timbangan digital berdasar berat TBS yang dimuat dan diangkut oleh angkong. Ini akan diisikan sebagai fungsi dalam program pada mikrokontroler pengendali timbangan digital otomatis di angkong. Angkong berpenimbang digital otomatis dapat mempermudah pekerja sehingga waktu dan tenaga yang dibutuhkan diminimalisir dan penimbangan lebih akurat. Kajian relasi bacaan timbangan terhadap berat TBS dilaksanakan dengan metode eksperimental simulasi penimbangan TBS pada angkong, kemudian dianalisis dengan regresi korelasi.Perlakuan adalah mekanisme pemuatan TBS ke angkong, yakni terurut posisi dari depan ke belakang, dan secara acak. Persamaan matematika dari perlakuan terurut adalah: Wd= 0,3895 Wtbs + 4,3706 dengan R2=0,985, sedangkan untuk penempatan beban acak persamaan: Wd = 0,3002 Wtbs + 6,748 dengan R2=0,981. Model matematika kedua ini yang akan digunakan sebagai fungsi dalam program mikrokotroler pengendali timbangan digital</p>Andreas Wahyu KrisdiartoGading Yulta Farida
Hak Cipta (c) 2018 Prosiding Seminar Nasional PERTETA 2018
2026-09-112026-09-1111246249