PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO
<p><strong>Prosiding Seminar Nasional INSTIPER</strong> dipublikasikan sesuai dengan pelaksanaan Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh Institut Pertanian STIPER Yogyakarta. Prosiding ini diterbitkan sebagai upaya untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian dan penelitian dalam bidang pertanian untuk meningkatkan pembangunan di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan serta dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Adapun beberapa focus dan scope dari prosiding ini, yaitu : 1) Agronomi & Ilmu Tanaman; 2) Agribisnis; 3) Agroteknologi; 4) Teknik Pertanian; 5) Hortikultura; 6) Energi Terbarukan; 7) Sumber Daya Lahan & Air; 8)Otomasi dan Mekanisasi; 9)Bioklimatologi; 10) Perlindungan tanaman; 11) Biokimia & Bioteknologi Tanaman; 12)Restorasi Tanah; 13) Manajemen Hutan; 14) Konservasi Hutan; 15)Teknik Pascapanen; 16)Teknologi Pengolahan Limbah; 17) Teknologi Pangan dan Pengolahan Hasil Perkebunan (Kimia dan Biokimia, Pangan dan Gizi, Bioteknologi, Rekayasa Proses)</p>INSTIPER Yogyakartaen-USPROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER2962-7974SISTEM USAHA HIDROPONIK BAWANG MERAH USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) FRESH HIDROPONIK DI KECAMATAN KEDAMEAN, KABUPATEN GRESIK
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/236
<p>Penelitian ini bertujuan 1. Untuk mengetahui sistem usaha bawang merah hidroponik UMKM Fresh Hidroponik di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik., 2. Untuk menganalisis Pemasaran bawang merah hidroponik UMKM Fresh Hidroponik di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Pemilihan tempat penelitian dengan sengaja di UMKM Fresh Hidroponik Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Penelitian menggunakan data Primer dan Sekunder dari UMKM Fresh Hidroponik. Analisis data peneliti adalah teknik analisa data deskriptif analistis dengan menggunakan kuisioner yang berisi pertanyaan yang telah disusun. Hasil dari penelitian ini adalah 1. Sistem usaha bawang merah hidroponik UMKM Fresh Hidroponik di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik telah layak dan sesuai untuk menjadi sebuah Sistem Usaha UMKM.,2. Pemasaran bawang merah hidroponik UMKM Fresh Hidroponik di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik mempunyai saluran pemasaran satu dan saluran Pemasaran dua dengan lembaga pemasaran yang terlibat, yaitu petani sayur hidroponik, pedagang pengepul dan konsumen akhir.</p> <p>Kata Kunci : Bawang Merah, Hidroponik, Saluran Pemasaran, Sistem Usaha UMKM.</p>Andri Krisna DiantoHeri Susanto
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-21111610.55180/pro.v1i1.236ANALISIS YURIDIS TANAH TERLANTAR BERSTATUS HAK GUNA USAHA
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/237
<p>Hak Guna Usaha (HGU) merupakan hak atas tanah yang diberikan oleh Negara untuk mengusahakan tanah dalam jangka waktu tertentu untuk usaha pertanian. Pemegang HGU berkewajiban untuk menggunakan, mengusahakan, memanfaatkan dan/atau memlihata tanahnya. Pemegang HGU dilarang untuk melakukan penelantaran tanah yang dapat mengakibatkan hapusnya HGU. Regulasi tanah terlantar saat ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar sebagai peraturan pelaksana Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Regulasi ini mengatur konsekuensi hukum yang berbeda dari peraturan-peraturan sebelumnya. Penulisan hukum ini menggunakan metode yuridis normatif. Tanah Hak Guna Usaha yang dengan sengaja atau de facto tidak diusahakan, dipergunakan dan/atau dimanfaatkan terhitung mulai 2 (dua) tahun sejak diterbitkannya hak dapat ditetapkan sebagai objek penertiban tanah terlantar. Akibat hukum dari penetapan tanah HGU sebagai tanah terlantar adalah pemegang hak kehilangan hak atas tanahnya dan tanah tersebut menjadi aset Bank Tanah dan/atau TCUN</p> <p>Kata Kunci :Hak Guna Usaha, Tanah Terlantar.</p>Sofia Rahmawati
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-211172110.55180/pro.v1i1.237KERAGAAN ENTREPRENEUR KELAPA SAWIT RAKYAT KECAMATAN SILANGKITANG, KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN PROVINSI SUMATERA UTARA
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/238
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seorang petani dapat menjadi Entrepreneur (wirausaha) dalam komoditas kelapa sawit di kabupaten labuhanbatu selatan, untuk mengetahui seberapa banyak petani yang melakukan transformasi menjadi seorang Entrepreneur (wirausaha) dan untuk mengetahui apa saja jenis usaha sampingan yang dijalankan seorang petani dalam meningkatkan usahatani pada komoditas kelapa sawit di Desa Aek.kulim, Kec. Silangkitang, Kab. Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang petani dapat menjadi entrepreneur dengan melakukan beberapa cara yaitu dengan cara meminjam modal pada pihak bank, mendapat warisan dari kedua orangtua dan memperoleh keuntungankeuntungan dari lahan kelapa sawit tersebut dan hampir semua petani kelapa sawit yang memiliki lahan kelapa sawit melakukan transformasi menjadi seorang entrepreneur dan bisnis yang dijalankan oleh para petani bermacam-macam yaitu ada yang membuka usaha grosir pupuk, grosir sembako, membuka toko jahit pakaian, menjadi seorang tengkulak karet dan sawit.</p> <p>Kata kunci : Entrepreneur, Komoditas Kelapa Sawit</p>Fitri KurniawatiEndang SudarmiPurwadiTri Endar SuswatiningsihDanik Nurjanah
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-2111222910.55180/pro.v1i1.238PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL SEBAGAI ALAT UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SDM PERTANIAN DALAM MENGEDUKASI MATERI TENTANG TANAH
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/239
<p>Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian memegang peranan penting dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia. Adapun kompetensi SDM pertanian perlu ditingkatkan seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi informasi. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan melibatkan 5 mahasiswa INSTIPER Yogyakarta dari Fakultas Pertanian dan 5 video karya responden yang memaparkan tentang deskripsi tanah. Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dan penggunaan media audio-visual (video) dapat membantu meningkatkan kompetensi SDM pertanian, sehingga peranan SDM pertanian dalam mengedukasi masyarakat terkait tanah dapat terlaksana secara integratif melalui perkembangan teknologi informasi.</p> <p>Kata Kunci : audio-visual, media, pertanian, SDM, tanah</p>Santa Monica
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-2111303610.55180/pro.v1i1.239PERAN GENERASI MILLENIAL MENDORONG PERCEPATAN TRANSFORMASI DIGITAL DI INDUSTRI PERKEBUNAN
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/240
<p>Memasuki Revolusi Industri 4.0, industri perkebunan harus dapat beradaptasi dan memanfaatkan teknologi otomatisasi dan teknologi cyber untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas serta daya saing. Istilah Industri 4.0 pada awalnya bukan secara langsung merujuk ke revolusi industri ke-4, akan tetapi lebih merujuk kepada strategi pengembangan teknologi baru di bidang industri manufaktur untuk memberi solusi terhadap adanya mega trend, seperti: mass customization, digitalisasi, produk lifecycle yang sangat singkat, dll. Dalam rangka mendorong industri bertransformasi ke Industri 4.0, Kementrian Perindustrian menyusun sebuah indeks yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan industri di Indonesia dikenal dengan nama Indonesia Industry 4.0 Readiness Index atau yang disingkat dengan INDI 4.0. INDI 4.0 merupakan sebuah indeks acuan yang digunakan oleh industri dan pemerintah untuk mengukur tingkat kesiapan industri menuju Industri 4.0. INDI 4.0 memilki 5 pilar yang harus yang diukur, yaitu: manajemen dan organisasi (management and organization), orang dan budaya (people and culture), produk dan layanan (product and services), teknologi (technology), dan operasi pabrik (factory operation). Dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020-2024, penerapan Industri 4.0 menjadi salah satu proyek prioritas dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kontribusi nilai tambah, daya saing dan keberlanjutan industri nasional. Pencapaian ke lima pilar tersebut sangat tergantung pada kesiapan sumber daya manusia dalam memahami peran teknologi digital di industri. Generasi Millenial yang lahir di era digital dengan profil mudah beradaftasi, degital mindset, terbuka, pingin serba cepat dan toleran, dengan pendidikan yang terarah akan menjadi tulang punggung percepatan transformasi digital di industri yang mereka masuki. Instiper melalui Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) secara aktif terlibat menyiapkan generasi millenial menjadi talenta digital di industri perkebunan.</p> <p>Kata Kunci : revolusi industry 4.0, transformasi degital, Indi 4.0, generasi millenial, </p>Sentot PurbosenoHermantoroSunardi
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-2111374510.55180/pro.v1i1.240DINAMIKA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (LACTUCA SATIVA L.) SEBAGAI EFEK LANGSUNG DAN RESIDU VERMIKOMPOS PADA SISTEM PENANAMAN HIDROGANIK
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/241
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek langsung dan efek residu vermikompos selama empat periode penanaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah dengan sistem penanaman hidroganik. Penelitian dilaksanakan di greenhouse di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan yaitu kontrol (perlakuan anorganik), 100, 200, 300, 400, dan 500 g/pot vermikompos. Seluruh perlakuan diulang lima kali dan tiap perlakuan terdapat 4 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan dosis vermikompos berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah pada efek langsung dan efek residu pertama, kedua dan ketiga. Dosis vermikompos yang lebih rendah dari 500 g/pot belum mampu menyamai pertumbuhan tanaman selada merah yang menggunakan pupuk anorganik. Dinamika pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah mulai dari efek langsung sampai efek residu ketiga memperlihatkan perubahan tingkat pertumbuhan dan hasil yang diperoleh. Pada efek residu pertama perlakuan dosis vermikompos 300-500 g/pot memperlihatkan peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah dengan rata-rata peningkatan 22,5%. Pada efek residu kedua, perlakuan vermikompos memperlihatkan rata-rata peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman sebesar 172% dibandingkan efek residu pertama. Sedangkan pada efek residu ketiga terjadi penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman sebesar 69.4% dibandingkan efek residu ke dua. Dengan demikian hasil tertinggi dicapai pada efek residu ke dua (penanaman ketiga). Hasil ini menyarankan bahwa penggunaan pupuk vermikompos dalam budidaya selada merah secara hidroganik sangat dianjurkan karena dapat menghemat penggunaan pupuk hingga penanaman ke tiga. Sedangkan pada penanaman ke empat perlu dilakukan penambahan pupuk organik lagi.</p> <p>Kata Kunci: Efek langsung, Efek Residu, Hidroganik, Vermikompos</p>Nurhidayati
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-2111465610.55180/pro.v1i1.241APLIKASI PESTISIDA NABATI MAJA-GADUNG DAN METABOLIT SEKUNDER Beauveria bassiana Bals. UNTUK MENGENDALIKAN HAMA BELALANG PADA TANAMAN CABAI RAWIT
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/243
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi tunggal pestisida nabati maja-gadung, aplikasi tunggal metabolit sekunder Beauveria bassiana BIO B-10, aplikasi gabungan petisida nabati maja-gadung dan metabolit sekunder Beauveria bassiana terhadap populasi hama belalang, dan intensitas serangan hama belalang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan cabai milik petani Desa Karangsalam Kecamatan Kedungbanteg dari bulan November 2020 hingga Februari 2021. Perlakuan yang diaplikasikan adalah perlakuan kontrol (PMG 0 ml/l + BIO B-10 0 ml/l), perlakuan tunggal PMG (2 ml/l, 8 ml/l), perlakuan tunggal BIO B-10 (2 ml/l, BIO B-10 4 ml/l), dan perlakuan gabungan (PMG 2 ml/l + BIO B-10 2 ml/l, PMG 2 ml/l + BIO B-10 4 ml/l, PMG 8 ml/l + BIO B-102 ml/l, PMG 8 ml/l + BIO B- 10 4 ml/l). Unit-unit perlakuan diatur secara Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati yaitu populasi dan intensitas serangan belalang. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan aplikasi tunggal dan gabungan pestisida nabati maja-gadung dan metabolit sekunder BIO B-10 mampu menekan populasi hama belalang. Perlakuan tunggal metabolit sekunder BIO B-10 konsentrasi 4 ml/l (P0B2) dan perlakuan tunggal pestisida nabati maja-gadung konsentrasi 4ml/l (P1B0) mampu menekan populasi hama belalang sebesar 88% dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan aplikasi tunggal dan gabungan pestisida nabati maja- gadung dan metabolit sekunder BIO B-10 juga memberikan pengaruh terhadap intensitas serangan hama belalang. Intensitas serangan hama belalang tertinggi pada perlakuan kombinasi P2B1 sebesar 5,9% dan intensitas serangan hama belalang terendah pada perlakuan tunggal petisida nabati (P1B0) sebesar 1,1%.</p> <p>Kata kunci: Cabai, Belalang, maja, gadung, dan Beauveria bassiana</p>Budi Supono IndarjantoMujionoEsa Istiqomah
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-2111576410.55180/pro.v1i1.243RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH SAYURAN
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/244
<p>Penelitian mempunyai tujuan untuk mengkaji pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery dengan pemberian pupuk organik cair (POC) sisa-sisa sayuran. Penelitian dilakukan di KP2 Instiper, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan April - Juli 2021. Metode percobaan digunakan dalam penelitian yang terdiri dari dua faktor, yang disusun dalam rancangan acak lengkap. Faktor pertama adalah konsentrasi POC dari limbah sayuran meliputi 4 aras yaitu: kontrol (tanpa POC), 150 ml/liter POC, 300 ml/liter POC dan 450 ml/liter POC. Faktor kedua adalah frekuensi aplikasi pupuk organik cair limbah sayuran meliputi 3 aras yaitu: 5 hari sekali, 10 hari sekali dan 15 hari sekali. Masing-masing kombinasi perlakuan dengan empat ulangan sehingga diperoleh 48 sampel tanaman. Hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji DMRT pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pertumbuhan bibit kelapa sawit pre nursery pada aplikasi POC. Perbedaan frekuensi aplikasi POC memberikan tingkat pertumbuhan yang sama pada bibit kelapa sawit di pre nursery.</p> <p>Kata Kunci: kelapa sawit, limbah sayuran, POC</p>Renaldi GunawanYohana Theresia Maria AstutiWiwin Dyah Ully Parwati
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-2111657810.55180/pro.v1i1.244KEHILANGAN HASIL DALAM PROSES PANEN KELAPA SAWIT
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/245
<p>Kehilangan hasil merupakan salah satu faktor penyebab munculnya kesenjangan antara potensi hasil dan hasil aktual. Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kehilangan hasil pada proses panen kelapa sawit telah dilakukan di Kebun Katingan Central, PT Karya Dewi Putra Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada topografi berbukit, datar, dan rendahan. Pelaksanaan penelitian pada kondisi panen normal atau produksi sedang dengan interval panen 7 hari sekali, di bulan September – Oktober 2021. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data kehilangan hasil yang berupa tandan buah mentah dipanen, tandan buah matang tidak dipanen, dan brondolan yang tidak dikutip pada piringan, jalan panen, dan tempat pengumpulan hasil (TPH), dengan jumlah sampel yang setara dengan 5 hektar pada setiap lokasi dengan kerapatan tanaman 142 pokok per hektar, yaitu 704 pokok, 704 piringan, 10 jalan panen dan 10 TPH. Pengamatan dilakukan pada kondisi piringan, jalan pikul dan TPH tidak bersih, dan pada kondisi bersih sesudah perlakuan perawatan. Pengamatan juga dilakukan pada ancak panen dari pemanen yang bersikap disiplin dan kurang disiplin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya kehilangan hasil yang berupa buah mentah dipanen dan buah matang tidak dipanen. Faktor penyebab kehilangan hasil berupa topografi lahan yang berbukit atau miring, lahan rendahan yang terendam air, kondisi semak pada piringan, jalan panen, dan TPH. Faktor sikap pemanen kurang disiplin memberikan kontribusi terbesar penyebab kehilangan hasil.</p> <p>Kata Kunci : kehilangan hasil (losses), kelapa sawit, panen. </p>Samsuri TarmadjaMartin VernandoTri Nugraha Budi Santosa
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-2111798410.55180/pro.v1i1.245RESPON PERTUMBUHAN TIGA VARIETAS BIBIT KELAPA SAWIT DENGAN PEMBERIAN PUPUK BIOSLURRY PADAT PADA MEDIA TANAM DI PEMBIBITAN PRE-NURSERY
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/235
<p>Varietas unggul kelapa sawit memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Setiap varietas memiliki respon beragam terhadap kegiatan budidaya seperti pemupukan. Salah satu pupuk organik yang dapat diaplikasikan pada pembibitan awal kelapa sawit adalah bioslurry padat. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pertumbuhan tiga varietas kelapa sawit dengan pemberian pupuk bioslurry padat pada media tanam di pembibitan awal. Penelitian menggunakan metode percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas kelapa sawit yang terdiri dari tiga aras (DxP Simalungun, DxP Yangambi, DxP Dumpy) dan media tanam yang terdiri dari empat aras (tanah, 1 tanah : 1 bioslurry, 1 tanah : 2 bioslurry, 2 tanah : 1 bioslurry). Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam pada jenjang nyata 5%. Data yang berbeda nyata diuji lanjut dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara perlakuan macam varietas bibit kelapa sawit dan komposisi media tanam yang ditambah bioslurry padat pada pertumbuhan akar. Kombinasi perlakuan terbaik adalah varietas DxP Yangambi pada media tanam tanah (kontrol) dan media tanam 2 tanah : 1 bioslurry serta varietas DxP Dumpy pada media tanam 1 tanah : 1 bioslurry. Macam varietas berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery. Varietas DxP Yangambi menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan varietas DxP Dumpy dan DxP Simalungun. Komposisi media tanam yang ditambah bioslurry padat berpengaruh nyata hanya pada parameter volume akar. Komposisi media tanam terbaik adalah 1 tanah : 2 bioslurry.</p> <p>Kata Kunci : Bioslurry padat, media tanam, pembibitan awal, varietas kelapa sawit. </p>Dwiki Imam DarmawanTitin SetyoriniNeny Andayani
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-2111859310.55180/pro.v1i1.235OPTIMALISASI LAHAN SAWAH DENGAN TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK CARBONTILISER
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/246
<p>Pupuk organik dicirikan dengan kandungan C yang tinggi, umumnya pupuk organik diperoleh dari kompos baik dari sisa tanaman ataupun hewan. Bahan baku alternatif yang mempunyai kandungan C yang tinggi diantaranya Batubara muda, pupuk organic Carbontiliser berbasis batubara memiliki kandungan C 69 %, H 5,5 %, O 25 %, N 0,5 %, P2O 0,04 % dan K2O 0,36 %. Dengan pemberian pupuk organik plus dari batubara ini diharapkan dapat meningkatkan pH tanah karena asam humat mempunyai kemampuan dalam mencengkram (chelate) sehingga memiliki kemampuan sebagai pengikat kation yang dapat menahan ion NH4+ dan K+ yang terdapat dalam tanah. Optimalisasi lahan ini ditujukan untuk dapat memaksimalkan potensi lahan yang selama ini sangat jarang diperhatikan. Kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus akan menimbulkan degradasi lahan secara sistematis dan dinamis sehingga kualitas lahan tadi berkurang dan optimalisasi lahan dengan tahapan reklamasi tidak terjadi secara baik dan benar. Penelitian ini menggunakan bibit Srinuk dengan metode multimode parameter dimana parameter pengamatan terdiri dari 2 aspek yaitu tanaman dan tanah dilahan tempat penelitian. Pada parameter tanaman, pengamatan yang dilakukan adalah tinggi tanaman dan klorofil pada masa fase vegetative tanaman padi yang diteliti, kemudian pada parameter tanah, pengamatan yang dilakukan adalah pH tanah, TDS (Total Dissolve Solids), dan suhu tanah. Hasil penelitian pada padi varietas Srinuk pada parameter pertumbuhan dan tanah pemberian pupuk organic Carbontiliser memberikan hasil yang baik kemudian proyeksi potensi produksi lebih tinggi dari hasil saat ini. Hal ini menjadikan optimaliassi lahan sawah pada penelitian dapat dijadikan salahsatu patokan sebagai penentu Good Management Practice.<br>Kata Kunci: organik, padi, pupuk, sawah, srinuk.</p>Dian Pratama PutraAmallia FerhatNanda Satya NugrahaMohammad Prasanto BimantioJoelioes Saifoel Rahman
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-212022-07-21119410410.55180/pro.v1i1.246APLIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE PADA DETEKSI PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG GANODERMA TANAMAN KELAPA SAWIT
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/247
<p>Salah satu permasalahan dalam pengendalian penyakit Ganoderma adalah kesulitan mendeteksi secara dini karena penyakit Ganoderma bersifat asymptomatic, gejala visual muncul pada saat kondisi tanaman sudah parah sehingga deteksi dini dan identifikasi menjadi masalah yang penting dan mendasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangan penyakit Ganoderma, menganalisis indeks vegetasi NDVI, GNDVI dan SAVI berdasarkan nilai reflektan citra tanaman kelapa sawit yang direkam dengan UAV serta mengaplikasikan teknik algoritma SVM. Lokasi penelitian di perkebunan kelapa sawit di Pabatu pada areal tahun tanam 2005 seluas 247ha. Hasil pengamatan serangan penyakit Ganoderma mencapai 24,1%. Nilai reflektan pada tanaman terinfeksi lebih rendah dibandingkan pada tanaman yang sehat dengan perbandingan pada band R, G, NIR adalah 56,7%, 66,5% dan 44,7%. Nilai NDVI, GNDVI dan SAVI pada tanaman sehat masing-masing adalah 0,29; 0,34 dan 0,21 dan pada tanaman terinfeksi nilainya lebih rendah. Algoritma SVM menghasilkan klasifikasi dengan akurasi 93,51% dan nilai Kappa 77,71%. Kemampuan algoritma SVM dalam memprediksi dan membuat peta serangan insidensi penyakit Ganoderma diharapkan dapat menjadi jawaban untuk dapat mendeteksi penyakit Ganoderma secara dini, akurat dan skala luas.</p> <p>Kata Kunci : ganoderma, UAV, reflektan, indeks vegetasi, algoritma SVM</p>Mardiana WahyuniT. SabrinaMukhlisHeri Santoso
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221110511510.55180/pro.v1i1.247TAMAN KEANEKARAGAMAN HAYATI (KEHATI) ERONITI SEBAGAI PENOPANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/248
<p>Keberadaan Taman KEHATI Eroniti selain berfungsi melindungi ekosistem, juga memiliki keharusan untuk memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat disekitar. Untuk mengkaji Taman KEHATI Eroniti sebagai penopang pengelolaan lingkungan, digunakan metode menghitung indeks diversitas atau indeks keanekaragaman (Shannon Index) dan metode menghitung indeks kemerataan jenis. Sementara untuk mengkaji peran Taman KEHATI Eroniti sebagai penopang masyarakat, digunakan metode Pemetaan Sosial (Social Mapping) yang terdiri dari: 1) analisis eksplanasi melalui metode pendokumentasian secara sistematis dan 2) analisis Social Return on Investment (SROI). Hasil analisis perhitungan indeks devirsitas atau keanekaragaman, menunjukkan peningkatan nilai indeks sebesar 2,01. Hasil analisis perhitungan indeks kemerataan menunjukkan hasil sebesar 0,5. Peningkatan nilai kedua indeks juga dibuktikan dari penigkatan populasi flora dan fauna secara fisik. Berdasarkan hasil social-mapping yang dilakukan diperoleh rangkuman data sebagai berikut: 1) deskripsi wilyah (berbatasan dengan 4 kelurahan, yaitu Kenteng, Bedoyo, Glinggang dan Ponjong); 2) deskripsi kependudukan (jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin per usia, tingkat pendidikan, mata pencaharian); 3) deskripsi isu - isu dimasyarakat (ketersediaan sumber daya air, ketersediaan lapangan kerja baru dan tingginya angka perantau). Sementara berdasarkan hasil SROI, keberadaan Taman KEHATI Eroniti memberikan dampak positif yang cukup signifikan. Dampak yang ditimbulkan meliputi: 1) terbentuknya unit usaha kascing sekala rumah tangga di 2 titik; 2) terciptanya engagement antara masyarakat dan pengelola Taman KEHATI Eronit melalui terbentuknya POKDARWIS dan 3) terbukanya peluang kerjsama antara pengelolan Taman KEHATI Eroniti, masyarakat dan para pihak. Kesimpulan penelitian, Taman KEHATI Eroniti tidak hanya berfungsi sebagai kawasan perlindungan ekosistem karst, tetapi memiliki fungsi menopang masyarakat dalam hal ekonomi.</p> <p>Kata Kunci : Indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, pengelolaan lingkungan, social mapping, taman kehati.</p>Amallia FerhatNanda Satya NugrahaMohammad Prasanto BimantioDian Pratama PutraDorisno
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221111612810.55180/pro.v1i1.248ANALISIS SWOT UNTUK PENENTUAN LOKASI DAN PENGELOLAAN TAMAN KEHATI PRAMBANAN PT SARIHUSADA GENERASI MAHARDHIKA – PRAMBANAN FACTORY
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/249
<p>Keberadaan inisiasi pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Prambanan merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap keseimbangan ekosistem salah satunya berkaitan dengan menjaga keanekaragaman hayati yang memiliki peranan penting bagi keseimbangan sumberdaya alam. Dari berbagai identifikasi masalah yang menjadi temuan lapangan maka secara konsep dan strategi problem solving menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threat dimana metode ini akan menghasilkan strategi yang dapat diimplementasikan sebagai acuan dasar penentuan lokasi dan pengelolaan Taman KEHATI Prambanan. Berdasarkan hasil Analisis SWOT diperoleh kekuatan utama dari Taman KEHATI Prambanan adalah lokasi yang strategis dan aksesibilitas yang mudah dijangkau. Peluang utama yang dapat diusahakan adalah integrasi Taman KEHATI dengan area factory visit. Sementara untuk kelemahan utama adalah jumlah vegetasi dan sarana prasarana yang masih sangat minim, disisi ancaman yang harus diperhatikan adnaya potensi konflik lahan dengan warga sekitar karena lokasinya yang berdampingan langsung dengan lahan pertanian warga lokal. Perencanaan strategis yang dilakukan antara lain: pembangunan Taman KEHATI mengangkat tema pertanian organic integrative dengan masyarakat, membuat media informasi Taman KEHATI Prambanan, melakukan kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat, melakukan biodiversity monitoring untuk update status keanekaragaman flora dan fauna, edukasi dan penyadartahuan tentang Taman KEHATI Prambanan, dan pembentukan kelembagaan dalam pengelolaannya. Taman KEHATI selain berkontribusi kepada lingkungan juga diperlukan untuk urgensi pemeringkatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang dapat memberikan informasi terkait kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Taman KEHATI dinilai sangat diperlukan karena merupakan suatu sumber pembaharuan untuk kawasan hijau/penghijauan yang secara langsung atau tidak langsung dapat berkontribusi terhadap unsur konservasi dimasa depan.</p> <p><br>Kata Kunci : Analisis SWOT, pemberdayaan masyarakat, taman kehati</p>Mohammad Prasanto BimantioNanda Satya NugrahaAmallia FerhatDian Pratama PutraDorisno
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221112913910.55180/pro.v1i1.249STRATEGI PELESTRAIAN ANGGREK ALAM DI RUANG TERBUKA HIJAU WONOSOBO
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/250
<p>Anggrek merupakan salah satu kelompok tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak, akan tetapi didalam perkembang biakan secara alami anggrek alam memiliki indikator tumbuh dianataranya adalah elevasi kawasan, pencahayaan, curah hujan dan suhu. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kabupaten Wonosobo memiliki daya dukung terhadap perkembanganbiakan secara alami dari anggrek alam, akan tetapi belum terdapat perhatian khusus atas pengelolaan anggrek alam yang terdapat di RTH Kabupaten Wonosobo sehingga atas kondisi tersebut dirasa perlu untuk merancang strategi atas pengelolaan yang akan dilakukan di dalam pelestarian anggrek alam yang ada di Ruang Terbuka Hijau Kabupaten Wonosobo. Penentuan lokasi riset pada ruang terbuka hijau menggunakan satu kawasan pelestarian keanekaragaman dengan mengunakan metode random sampling dan analisis yang digunakan adalah Analisis Indeks Kenakeragaman dan Analisis SWOT untuk merancang strategi pelestarian. Hasil penelitian menunjukan terdapat tiga jenis anggrek alam yang ada di RTH Wonosobo yaitu Dendrobium crumenatum, Eria retusa dan Liparis sp dengan total 487 individu yang merupakan anggrek epifit berinang pada 6 jenis pohon. Secara keseluruhan total nilai Indek diversitas (H’) 0,72, Indek Kemerataan Jenis (E) 0,65, Indeks Kekayaan Jenis (R) 0,32 dan diagram nilai faktor ekternal SWOT sebesar 0,30 dan nilai faktor internal SWOT sebesar 1,32 yang artinya startegi yang digunakan adalah startegi agresif atau strategi yang dibuat memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.</p> <p>Kata kunci: Anggrek, Keanekaragaman, SWOT</p>Siman SuwadjiNanda Satya NugrahaOktomarios Dapala
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221114014910.55180/pro.v1i1.250ANALISIS KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN MANFAAT HUTAN HUTAN DESA BALABAN RAYAK KABUPATEN KETAPANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/251
<p>PT. Bumitama Gunajaya Agro merupakan perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang berkomitmen untuk mendorong masyarakat melalui pendekatan kemitraan perhutanan sosial ,seperti di Hutan Desa Balaban Rayak. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui potensi keanekaragaman hayati dan nilai manfaatnya sebagai sumber pendapatan alternatif dari hasil hutan dan Jasa lingkungan. Melalui kegiatan ini diharapkan juga ada transfer knowledge sehingga dapat menjaga dari ancaman yang datang. Metodologi penelitian menggunakan suatu metode untuk menilai keanekaragaman hayati yang dibuat oleh the High Conservation Values Resource Network (HCVRN)dan the World Wildlife Fund (WWF) (https://hcvnetwork.org/library/forest-integrity-assessment-tool/). Metode ini dibuat oleh USAID LESTARI. .Plot berbentuk nested plot dengan ukuran 20x20 meter dengan letak acak merata di seluruh kawasan hutan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 plot diketahui bahwa nilai kekayaan jenis pohon 56 dan bibit 30; indeks kekayaan Menhenicks 3,80 ; indeks kekayaan Margalef 10,22; indeks keanekaragaman Shannon 3,33; indeks keanekaragaman Simpson 0,95 nilai keseringan muncul 0,83. Jenis pohon pendominan kawasan adalah pulai, jambu burung , tarap kumpang dan sungkai. Hewan langka yang ditemui dalam pengamatan 1 macan dahan, 1 kucing batu, 2 haruwei, 3 trenggiling 10 babi, 4 kijang, 4 burung murai, dan lainnya masih tergolong banyak dijumpai. Hutan Balaban Rayak menyediakan 34 jenis flora fauna yang bermanfat secara langsung bagi masyarakat dan 13 flora dan habitat yang bermanfaat secara budaya dan kearifan lokal. Potensi-potensi tersebut bisa dikembangkan untuk kegiatan di Hutan Desa Balaban Rayak yang bisa dilakukan secara bersama dengan PT BGA dalam hal konservasi hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.</p> <p>Kata Kunci : Analisis keanekaragaman hayati, Hutan Desa balaban Rayak, PT Bumitama Gunajaya Agro, Kemitraan Lingkungan</p>Siti MaimunahAndi M. AminAmrin Fauzi P. LubisNikolaus SukurGregorius KecadulJay H. Samek
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221115016310.55180/pro.v1i1.251ANALISIS KARBON DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI KAWASAN REHABILITASI DAS PT ASMIN BARA BRONANG
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/252
<p>Rehabilitasi DAS adalah upaya dalam mengembalikan kondisi alam terutama di sepanjang aliran sungai untuk konservasi. Kegiatan meliputi penanaman pohon di sepanjang DAS, pemeliharaan, evaluasi dan monitoring tahunan. Kegiatan ditujukan untuk mengetahui perkembangan maupun penurunan kondisi dari tahun sebelumnya untuk nilai peningkatan karbon kawasan, manfaat hutan bagi masyarakat sekitar hutan/ DAS, dan peningkatan keanekaragaman hayati. Pengamatan masih dilakukan pada plot permanen yang diamati dari tahun 2020. Dari luas 250 ha dibuat 51 plot permanen tersebar merata di kawasan dengan ukuran plot 20x20 meter. Intensitas sampling yang diambil untuk pengamatan berkala ini adalah 0,816%. Disamping itu juga diamati populasi burung di kawasan.Hasil monitoring 2021 diketahui ada peningkatan jumlah karbon 4,33 ton carbon di semua plot permanen yang ada di kawasan dan peningkatan total karbon kawasan 530,26 ton karbon dan pada setiap kawasan terdapat peningkatan jumlah karbon sebesar 2,02 ton karbon selama waktu setahun. Peningkatan jenis flora fauna yang ada di kawasan, terdapat 14 jenis pohon dan 27 jenis semai di plot pengamatan;, dengan indeks kekayaan Menhinnick untuk pohon dan semai 0,66 dan 0,54; Indeks kekayaan Margalef utuk pohon dan semai 2,13 dan 2,21; Indeks keanekaragaman Shannon untuk pohon dan semai 0,99 dan 1,72; Indeks keanekaragaman Simpson untuk pohon dan semai 0,50 dan 0,73; Keseringan muncul di plot untuk setiap jenis dari kelas pohon dan semai 0,38 dan 0,62. Jenis dominan di kawasan adalah jtumih, geronggang, kahoi, tatumbu dan kambalitan masih bertahan seperti tahun 2020. Keanekaragaman jenis burung yang ada 30 jenis yang didominasi oleh jenis burung langka dan species kunci.</p> <p>Kata Kunci : Karbon, peningkatan keanekaragaman hayati dan Rehabilitasi DAS</p>Siti MaimunahHasan MudzakirM. SopanJay H. Samek
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221116417910.55180/pro.v1i1.252EFISIENSI PEMANFAATAN LiDAR UNTUK MENAKSIR TINGGI DAN DIAMETER POHON DALAM KEGIATAN INVENTARISI SUMBERDAYA HUTAN
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/253
<p>Inventarisasi Sumberdaya Hutan merupakan salah satu kegiatan dalam pengeloaan hutan yang terpenting oleh karena setiap kebijakan yang akan diambil dalam pengelolaan sangat bergantung dari hasil inventarisasi. Cara inventarisasi yang diterapkan selama ini pada umumnya secara terestris atau secara manual dihitung di lapangan, di mana cara ini memerlukan waktu lama, tenaga, biaya tinggi. Upaya memperkecil biaya dan mempersingkat waktu dengan menggunakan foto udara, citra satelit maupun foto drone/LiDAR.<br>LiDAR (Light Detection and Ranging) adalah teknologi penginderaan jauh yang menggunakan sinar laser kontinyu yang dipancarkan dari pemancar untuk mengetahui jarak suatu objek serta instrumen LiDAR terhubung ke pesawat dan satelit yang digunakan untuk survei dan pemetaan. Data yang diperoleh dari LiDAR adalah jumlah pohon perhektar (N), tinggi (H), diameter setinggi dada (DBH). Penelitian ini bertujuan membandingkan data yang dihasilkan LiDAR dengan data terestris dan persen perbedaan diantara keduanya. Pengujian dilakukan dengan t-tes, jika uji statistik tidak berbeda nyata maka hasil LiDAR bisa digunakan, jika berbeda maka data LiDAR tidak bisa digunakan pengganti terstris.<br>Hasil perhitungan dengan LiDAR dan terestris untuk jumlah pohon terdapat perbedaan 11,3% di mana perhitungan LiDAR lebih tinggi, untuk tinggi pohon terdapat perbedaan – 2,2% artinya perhitungan dengan LiDAR lebih rendah, untuk diameter pohon setinggi dada terdapat perbedaan – 0,3% artinya perhitungan LiDAR lebih rendah. Walaupun terdapat perbedaan setelah dilakukan uji statistik dari ke tiga parameter tersebut dinyatakan non signifikan artinya hasil perhitungan dengan LiDAR tidak beda nyata dengan hasil terestris dan data hasil LiDAR datanya dapat digunakan pengganti terestris.</p> <p>Kata Kunci : Efisie, lidar, Terestris</p>Sugeng WahyudionoTatik SuhartatiSiman SuwadjiJhonanda Putra Simbolon
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221118018710.55180/pro.v1i1.253PENINGKATAN PAPAN PARTIKEL LIMBAH KELAPA SAWIT DENGAN PEREKAT LATEK DAN UREA FORMALDEHIDA
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/254
<p>Potensi limbah kelapa sawit pada saat ini mengalami peningkatan yang sangat besar, karena tingginya produktifitas kelapa sawit. Berbagai usaha dilakukan untuk memanfaatkan limbah kelapa sawit, salah satunya untuk pembuatan papan partikel. Industri papan partikel sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional. Kualitas bahan baku dan pemakaian perekat mempunyai dampak yang sangat signifikan terhadap kualitas papan partikel yang dihasilkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas papan partikel limbah kelapa sawit dengan menggunakan perekat latek dan urea formaldehida. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan percobaan faktorial, dengan komposisi sabut dan tandan kosong kelapa sawit (70: 30) dan (30: 70), komposisi perekat latek dan urea formalsehida ( 2% : 8 %) dan ( 3% : 7 %), menggunakan uji Tukey. Parameter yang diamati kadar air, kerapatan, modulus elastisitas dan keteguhan rekat internal. Hasil penelitian menunjukkan komposisi perekat latek dan urea formalsehida tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diteliti. Nilai kadar air 9,47 - 9,96 %, kerapatan 0,75 – 0,79 g/cm3, modulus elastisitas 19710,82 - 22197,43 kg/cm2 dan keteguhan rekat internal 4,85 – 5,43 kg/cm2. Hasil penelitian papan partikel semuanya memenuhi standar Jepang (JAS, 2003).</p> <p>Kata Kunci : Papan partikel, limbah kelapa sawit, perekat latek, keteguhan rekat internal</p>SushardiAdi RuswantoRoedy Soegiarto
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221118819410.55180/pro.v1i1.254RANCANG BANGUN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL DENGAN POMPA TENAGA SURYA DI DESA UMBULREJO KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNG KIDUL DIY
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/255
<p>Kendala pengembangan budidaya pertanian di Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah ketersediaan air. Potensi sumberdaya air di Kecamatan Ponjong selain air hujan adalah air tanah dangkal yang berasal dari sistem sungai bawah tanah, telaga karst serta mata air. <br>Kecamatan ponjong merupakan kawasan kars sehingga lahan di kawasan tersebut merupakan lahan kering dengan masalah utama pengembangan budidaya pertanian adalah ketersediaan air terutama di musim kemarau. Salah satu upaya meningkatkan produksi budidaya pertanian adalah melalui pemanfaatan air tanah dangkal sebagai sumber air pertanian. Pemanfaatan air tanah dangkal memerlukan pompa air untuk menaikkan air ke permukaan. Penggunaan pompa bertenaga solar selain menimbulkan permasalahan lingkungan juga memerlukan biaya operasional yang tinggi, demikian pula dengan penggunaan pompa listrik. Selaian permasalahan biaya operasional, ketersedian system jaringan sampai kelahan pertanian juga menjadi factor penghambat. Salah satu alternative yang dapat mengatasi permasalahan lingkungan dan biaya operasional serta sistem jaringan di atas, adalah pompa air tenaga surya/matahari. Kabupaten Gunung Kidul merupakan kawasan yang memiliki potensi energy listrik dari radiasi matahari berkisar 4,9 s.d. 5,1 kWh/m2.</p> <p>Kata Kunci : Air tanah dangkal, irigasi, pompa air, panel surya</p>Sentot PurbosenoGani SupriyantoBudi Margono
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221119520410.55180/pro.v1i1.255RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA IMPELEMEN PENABUR BLOTONG
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/256
<p>Blotong merupakan limbah padat yang dihasilkan pada proses pembuatan gula tebu. Limbah yang mencapai 3,8% dari bobot tebu dalam proses pembuatan ini perlu dikelola agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar pabrik gula. Salah satu alternatifnya adalah dengan mengubah blotong menjadi kompos. Maka, diperlukan alat penabur kompos blotong yang dirancang secara khusus agar dapat menyebarkan blotong dengan kuantitas tertentu dan bergerak secara kontinu sehingga efektif dalam prosesnya.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kinerja impelemen penabur blotong di PT. SMS. Tahapan penelitian ini meliputi perencanaan desain stuktural dan fungsional menggunakan software AutoCAD, persiapan alat dan bahan baku, perakitan tiap bagian impelemen, serta pengujian dan pengambilan data hasil uji kinerja. Pengujian dilakukan dengan 3 tingkat putaran yang berbeda, yaitu 1400, 1700, dan 2000 RPM. Sampel hasil pengujian diambil pada 3 titik, yaitu juringan ke 3 dan 4, 5 dan 6, serta 7 dan 8. Pengujian pada tiap perlakuan dilakukan 2 ulangan.</p> <p>Hasilnya, alat yang telah dibuat memiliki dimensi 2840 x 2250 x 1500 mm dengan daya tampung blotong sebanyak 627.9kg yang dapat menaburkan blotong 5 ton/hektar dengan hasil terbesar pada kecepatan RPM 2000 dengan kapasitas lapang sebesar 0.81 (Ha/Jam) dan Efisiensi lapang sebesar 93%. </p>DarmantoMasna Duroh IN'am JalilaAry Mustofa AhmadGunomo DjoyowasitoDwi Rusdiansya
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221120521610.55180/pro.v1i1.256PENENTUAN TINGKAT AKURASI METODE WAYPOINT RATA-RATA GARMIN 64 S UNTUK PEMBUATAN TITIK KOORDINAT DILAPANGAN
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/257
<p>Posisi dipermukaan bumi ditentukan dengan alat penentu posisi absolut yang disebut Global Positioning System (GPS). Peningkatan pemanfaatan GPS untuk pengumpulan titik koordinat atau waypoint diperkebunan kelapa sawit berdampak peningkatan metode pengumpulan data waypoint di lapangan. Metode umum adalah menggunakan tool buat titik atau mark. Metode terbaru adalah setelah tool buat titik dilanjutkan dengan menggunakan tool rerata titik. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi yang dimiliki GPS Garmin 64 S menggunakan kedua metode pembuatan waypoint. Metode penelitian dilakukan dengan inventarisasi data penentuan posisi absolut beberapa kali pengukuran sample pohon sawit di Lahan Kebun Pengajaran dan Penelitian (KP2) Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta dan nilai akurasi GPS yang sama dengan kedua metode pembuatan titik kordinat. Koordinat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Universal Transverse Mercator (UTM), Zona 49 Selatan. Melalui penelitian ini diketahui tingkat akurasi ditentukan dari nilai standar deviasi. Semakin kecil nilai standar deviasi maka tingkat akurasinya semakin akurat. Hasil penelitian ini menun-jukan metode 1 memiliki rata-rata pergeseran X(lintang) sebesar 13,69 meter dan standar deviasi sebesar 3,70 me-ter. Metode 1 memiliki rata-rata pergeseran Y(bujur) sebesar 151,84 meter dan standar deviasi sebesar 12,32 meter. Hasil penelitian untuk metode 2 memiliki rata-rata pergeseran X(lintang) sebesar 14,92 meter dan standar deviasi sebesar 3,86 meter. Metode 2 memiliki rata-rata pergeseran Y(bujur) sebesar 360,85 meter dan standar deviasi sebesar 12,16 meter. Hasil penelitian ini dapat diseimpulkan pada metode 1 berdasarkan hasil penelitian diketahun nilai lintang memiliki tingkat akurasi yang lebih akurat dibandingkan dengan metode 2. Pada nilai bujur, metode 2 memiliki memiliki tingkat akurasi yang lebih akurat dibandingkan dengan metode 1.</p> <p>Kata Kunci : GPS, Titik Koordinat, Tool, UTM, Rerata Titik</p>Olivia ElfatmaWandha Atmaka AjiKholis Na'imahHery Setyawan
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221121722410.55180/pro.v1i1.257KARAKTERISTIK VISKOSITAS DAN TITIK LELEH PADA CAMPURAN MINYAK SAWIT MERAH DAN MINYAK JAGUNG
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/258
<p>Minyak nabati memiliki karakteristik yang unik pada viskositas dan titik lelehnya. Perbedaan komposisi penyusun asam lemak dapat menghasilkan karakteristik viskositas dan kemampuan meleleh yang bervariasi. Pencampuran pada dua jenis minyak yang berbeda dapat menghasilkan karakteristik yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek rasio pencampuran antara minyak sawit merah dan minyak jagung terhadap karakteristik viskositas dan titik lelehnya. Terdapat lima jenis rasio campuran minyak sawit merah dan minyak jagung yang diukur viskositasnya yaitu A1 (70:30); A2 (60:40); A3 (50:50); A4 (40:60); A5 (30:70). Pengukuran viskositas dilakukan pada suhu 4, 29 dan 44 ºC. Analisis titik leleh menggunakan instrumen Differential Scanning Calorimetry (DSC) dilakukan pada tiga rasio campuran yaitu A1, A3 dan A5. Hasil pengukuran viskositas menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu maka semakin menurun viskositas campuran minyak. Perbedaan rasio campuran mempengaruhi karakteristik viskositas pada tiap-tiap suhu pengukuran. Campuran minyak dengan rasio minyak jagung yang lebih tinggi cenderung menggeser titik leleh menjadi lebih rendah. Titik leleh pada rasio pencampuran A1 berkisar antara 1.91 – 18.45 ºC, A3 berkisar pada -0.36 – 18,29 ºC, dan A5 berkisar antara -2,87 – 16,42 ºC</p> <p>Kata Kunci : Minyak jagung, minyak sawit merah, titik leleh, viskositas</p>Reza WidyasaputraMohammad Prasanto BimantioHerawati OktaviantyAdi RuswantoNgatirah
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221122523210.55180/pro.v1i1.258PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM ALGINAT DAN KALSIUM KLORIDA TERHADAP HASIL RESTRUKTURISASI BUAH STROBERI (FRAGARIA VESCA L.)
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/259
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi natrium alginat dan kalsium klorida (CaCl2) terhadap hasil restrukturisasi buah stroberi dan menentukan formulasi terbaik ditinjau dari penambahan berbagai konsentrasi natrium alginat dan (CaCl2) berdasarkan kadar antosianin, aktivitas antioksidan, kadar air, kadar serat, dan pH. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Rancangan Perlakuan Faktorial 3×3 dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi natrium alginat akan menurunkan kadar antosianin, aktivitas antioksidan, kadar air, dan menaikkan kadar serat serta pH. Sedangkan semakin tinggi konsentrasi CaCl2 akan menurunkan kadar antosianin, aktivitas antioksidan, kadar air, dan pH. Konsentrasi natrium alginat : CaCl2 terbaik berdasarkan kadar antosianin dan aktivitas antioksidan terbaik diperoleh pada 2%:0,5% yaitu berturut-turut sebesar 93,21 ± 6,03 mg/100 g berat kering dan 42,56 ± 5,93 %. Kadar air pada 4%:1% sebesar 70,84 ± 0,72%, kadar serat pada 4%:0,75% sebesar 1,35 ± 0,093%, dan pH pada 2%:1% sebesar 3,50 ± 0,17.</p> <p>Kata Kunci : antosianin, kalsium klorida, natrium alginat, restruktrisasi, stroberi.</p>Lydia Ninan LestarioAnggi Elvita DewiCucun Alep Riyanto
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221123324410.55180/pro.v1i1.259TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAGU MENJADI KERUPUK BERBASIS PANGAN LOKAL DI SULAWESI TENGGARA
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/260
<p>Sagu merupakan komoditas pangan lokal yang melimpah di Sulawesi Tenggara. Kerupuk sagu merupakan produk pengolahan hasil pertanian berupa cemilan yang berbahan baku pati sagu dalam upaya mendukung diversifikasi pangan. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui teknologi pengolahan sagu menjadi kerupuk dan mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap krupuk sagu. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan metode survey. Metode pengambilan sampel yakni studi kasus yakni Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kerupuk sagu “ Annisa” yang mengolah pati sagu menjadi kerupuk sagu. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik proses pengolahan sagu menjadi kerupuk sagu dapat dilakukan melalui tahap pencampuran adonan (mixing), perebusan adonan (boiling), pendinginan (cooling), pemotongan (cutting), penjemuran (drying), pengemasan (packaging) dan pemasaran (marketing). Berdasarkan hasil uji kesukaan konsumen terhadap kerupuk sagu diperoleh hasil 39% (suka), 32% ( netral), 17% ( sangat suka), 11% (sangat suka) dan 1% (sangat tidak suka).</p> <p>Kata Kunci : Pengolahan, sagu, pangan lokal, kerupuk, uji kesukaan</p>AsrianiRisal AfriantoDhian HerdhiansyahYandi Rismawan
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221124525110.55180/pro.v1i1.260PEMBUATAN LIPBALM DARI PKO DAN VCO DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper ornatum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/261
<p>Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi lipbalm dari Palm Kernel Oil (PKO) dan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan penambahan ekstrak daun sirih merah, serta mengetahui karakteristik sifat fisik dan kimia dari lipbalm yang dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Blok Lengkap (RBL) dengan dua faktor yang terdiri atas 3 taraf . Faktor pertama yaitu perbandingan penambahan PKO dan VCO dengan taraf: F1=40:20%b/b, F2 = 20:40%b/b dan F3 = 30:30%b/b. Faktor kedua yaitu penambahan ekstrak daun sirih merah dengan taraf: P1= 4%b/b, P2= 3%b/b dan P3= 2% b/b. Sebanyak 5,4 gr carnauba wax ditimbang dan dipanaskan di atas hotplate pada suhu 60-65oC hingga meleleh, lalu tambahkan 4,8 gr beeswax, aduk hingga homogen. Setelah itu tambahkan PKO dan VCO sesuai dengan variabel, aduk kembali, lalu tambahkan ekstrak daun sirih merah sesuai dengan variabel, aduk hingga homogen. Selanjutnya dilakukan analisis aktivitas antioksidan, kadar lemak, kadar air, vitamin E, pH, titik leleh, kelembaban dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PKO dan VCO berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, titik leleh, vitamin E, kelembaban, pH, kadar air dan kadar lemak, Penambahan ekstrak daun sirih merah berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, vitamin E dan kadar lemak. Adapun lipbalm yang dihasilkan memiliki kelembaban yang baik serta memberikan warna kilap pada bibir sehingga tampak sehat alami.</p> <p>Kata Kunci : lipbalm, daun Sirih Merah, PKO, VCO, antioksidan</p>Hermanto SiahaanAdi RuswantoHerawati OktaviantyNgatirahReza WidyasaputraErista AdisetyaMohammad Prasanto Bimantio
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-222022-07-221125225910.55180/pro.v1i1.261PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP DODOL COKLAT DARI BIJI KAKAO
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/262
<p>Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis preferensi konsumen terhadap Dodol Coklat dari biji kakao asal Bacan. Dalam pelaksanaan penelitian yang digunakan metode survei dengan jumlah responden penelitian sebanyak 80 orang yang dipilih dengan sengaja pada masyarakat Desa Labuha Kabupaten Halmahera Selatan dengan jumlah responden laki laki dan perempuan dari kelompok umur yang masuk dalam kategori umur, 10 sampai 20 tahun, 21-35 tahun dan 36-65 tahun. Analisis data yang digunakan metode deskriptif kualitatif dan multiatribut Fishbein. Parameter yang diamati adalah parameter fisik dari produk dododl yaitu oraganoleptik warna, aroma, rasa, tekstur dan overall. Berdasarkan hasil penelitian parameter organoleptik warna, aroma, rasa, tekstur dan overall terhadap tingkat kesukaan dodol coklat dari biji kakao berbeda secara signifikan. Dodol coklat yang menjadi preferensi konsumen di Labuha Bacan Kabupaten Halmahera Selatan adalah dodol berwarna coklat tua, dodol yang mempunyai aroma coklat, rasa dodol lebih kuat rasa coklat, bertekstur kenyal, berukuran sedang. Total nilai dari semua atribut yang peroleh adalah nilai 93,93 menandakan konsumen berada dalam kategori suka terhadap dodol coklat biji kakao. Atribut dodol coklat biji kakao yang menjadi perhatian oleh konsumen untuk membeli dodol coklat biji kakao di desa labuha mulai dari yang paling diperhatikan sampai dengan yang kurang diperhatikan yaitu rasa dodol, warna dodol,tekstur dodol, aroma dodol, dan ukuran dodol. Secara keseluruhan preferensi konsumen terhadap dodol coklat di Labuha Bacan Kabupaten Halmahera Selatan termasuk kategori suka.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> dodol, kakao, organoleptik, preferensi konsumen</p>Muhammad AssagafGufira AsurSuhdan Kasuba
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-252022-07-251126027010.55180/pro.v1i1.262PENGARUH KONDISI PENYADAPAN TERHADAP KUALITAS NIRA KELAPA (COCOS NUCIFERA)
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/263
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi lingkungan pada saat penyadapan terhadap kualitas nira kelapa yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula kelapa. Penelitian dilakukan di sentra pengrajin gula kelapa Desa Kalak dan Widoro, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 x 2 x 2. Perlakuan terdiri atas waktu penyadapan (pagi/sore), umur tanaman (lebih/kurang dari 10 tahun) dan bulan (Agustus/Oktober). Parameter kualitas nira kelapa yang diukur adalah pH, kadar gula, sifat organoleptik sebagai bahan baku gula kelapa. Hasil penelitian menunjukkan Nira kelapa memiliki pH yang lebih tinggi mendekati pH normal pada pohon kelapa yang berumur kurang atau lebih dari 10 tahun, hasil penyadapan nira pada musim hujan dan waktu penyadapan sore. Kadar gula nira kelapa lebih tinggi pada pohon yang lebih tua, musim kemarau dan hasil penyadapan di sore hari. Sedangkan dari uji organoleptik menunjukkan hasil yang lebih disukai pada nira yang diperoleh dari pohon kelapa yang lebih tua, penyadapan pada musim kemarau dan waktu penyadapan sore hari.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> gula, kelapa, nira, pacitan</p>Erista AdisetyaAndreas Wahyu KrisdiartoIda Bagus Banyuro Partha
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-252022-07-251127127810.55180/pro.v1i1.263KARAKTERISTIK KIMIA COKELAT SULAMINA DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/264
<p>Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik kimia <em>cokelat</em> Sulamina di Kabupaten Kepulauan Sula. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi kepada masyarakat dan pengalaman nyata untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang pengujian kualitas <em>cokelat</em><em>,</em> serta sebagai informasi bagi konsumen <em>cokelat</em> Sulamina di Kabupaten Kepulauan Sula dan pemanfaatan potensi lokal Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan metode Hasil rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 3 faktor dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 perlakuan. Hasil yang diperoleh adalah kadar air 1.72% sampai dengan 2.04%, kadar abu 1.45% sampai dengan 1.57%, kadar lemak 39.68% sampai dengan 40.28%, kadar protein 7.50% sampai dengan 7.71% dan kadar karbohidrat 30.06% sampai dengan 48.62%. Berdasarkan uji Duncan tidak terdapat pengaruh nyata antar setiap perlakuan sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait penambahan perlakuan pada <em>cokelat</em> Sulamina.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> karakteristik kimia, cokelat, potensi lokal</p>Mustamin Anwar MasukuSyamsul BahriWiranto Rusman
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-252022-07-251127929110.55180/pro.v1i1.264KARAKTER SENSORIS KOPI ARABIKA SEMERU NATURAL
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/265
<p>Kopi yang merupakan salah satu komoditas unggulan sektor perkebunan di Indonesia mempunyai kualitas yang dapat bersaing secara global, sehingga kopi memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Salah satu varietas kopi yang cukup umum dihasilkan di Indonesia adalah Kopi Arabika dan salah satu daerah yang cocok untuk membudidayakan Kopi Arabika adalah kaki Gunung Semeru. Penentuan harga kopi dapat didasarkan pada mutu kopi sehingga diperlukan pengujian karakteristik sensori Kopi Arabika Semeru yang dapat digunakan sebagai penentu mutu. Metode pengujian yang digunakan adalah <em>cupping test</em> yang mengikuti kaidah SCA (<em>Specialty Coffee Association</em>) dengan 8 orang panelis terlatih seperti barista dan <em>roaster</em>. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, didapatkan hasil rata - rata skor dari <em>cupping test </em>Arabika Semeru adalah sebesar 76,81. Skor tersebut menunjukkan bahwa kopi Arabika Semeru yang diuji masih belum masuk ke dalam kriteria <em>specialty coffee</em>, dan <em>taste notes </em>yang paling banyak ditemukan yaitu apel hijau, karamel dan gula merah.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> cita rasa, kopi arabika, sca</p>Jaya Mahar MaliganAndreas Tedy Ervan WibowoNathania Zefanya
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-252022-07-251129229810.55180/pro.v1i1.265PENGUJIAN KARAKTERISTIK SENSORI KOPI ROBUSTA TIRTOYUDO NATURAL
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/266
<p>Kopi adalah salah satu komoditas unggulan sektor perkebunan di Indonesia yang dapat bersaing kualitasnya secara global, sehingga kopi memiliki peran cukup strategis dalam perekonomian nasional. Salah satu varietas kopi yang dibudidayakan di Indonesia adalah Kopi Robusta dan salah satu daerah yang berpotensi menghasilkan Kopi Robusta adalah Kecamatan Tirtoyudo, Jawa Timur. Harga kopi dapat didasarkan pada mutu kopi sehingga diperlukan pengujian karakteristik sensori Kopi Robusta Tirtoyudo yang dapat digunakan sebagai penentu mutu. Metode pengujian yang digunakan adalah cupping test yang mengikuti kaidah SCA (Specialty Coffee Association) dengan 8 orang panelis terlatih seperti barista dan roaster. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, didapatkan hasil rata - rata skor dari cupping test Robusta Tirtoyudo adalah sebesar 75,38. Skor tersebut menunjukkan bahwa kopi Robusta Tirtoyudo yang diuji masih belum masuk ke dalam kriteria specialty coffee, <em>taste notes </em>yang paling banyak ditemukan yaitu kakao, karamel, burn, dan peanut.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> cita rasa, kopi arabika, SCA</p>Jaya Mahar MaliganAndreas Tedy Ervan WibowoNathania Zefanya AnggonoSwandayani Utami KosasihYehezkiel Kenzi Putra
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-252022-07-251129930510.55180/pro.v1i1.266POTENSI BERENUK (CRESCENTIA CUJETE L) UNTUK BAHAN PRODUKSI ALKOHOL SECARA FERMENTASI
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/267
<p>Buah berenuk (<em>Crescentia c</em>ujete L) merupakan tumbuhan non pangan yang berpotensi sebagai bahan baku produksi alkohol yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan sanitizer dan desinfektas saat pandemi ini. Buah ini mengandung 18,61% karbohidrat dan gula sederhana seperti sukrosa 59,86%, fruktosa 25,09% dan galaktosa 18,24% . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penggunaan buah ini sebagai bahan dasar pembentukan alkohol secara fermentasi. Buah berenuk yang matang diambil sarinya dan dimasak lalu dibuat sebagai substrat berkonsentrasi 12, 14, 16, 18, dan 20% dengan menambahkan akuades pada cairan buah berenuk dan ditambah Saccharomeyes cereviisae. Parameter yang diukur adalah jumlah sel <em>Saccharomyces cerevisiae</em>, pH medium, kadar gula reduksi, dan kadar alkohol. Rancangan penelitian berupa rancangan acak lengkap 5 tingkat konsentrasi dengan tiga ulangan. Analisa data berupa analisa variasi, uji berganda Duncan pada tingkat kepercayaan 95% dan analisa korelasi untuk mengetahui bentuk hubungan antar variabel. Hasil fermentasi berenuk menunjukkan sari buah berenuk dapat difermentasi dan menghasilkan alkohol tertinggi ± 4,00% dari substrat sari buah berenuk berkonsentrasi 18% . Alkohol yang dihasilkan berupa senyawa etanol. ada hubungan positif antara penngkatan konsentrasi cairan buah dengan produksi alkohol, koefisien korelasi 0,77 . Disimpulkan bahwa buah berenuk berpotensi sebagai bahan alami yang dapat dignakan untuk substrat pembuatan alkohol.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> etanol, fermentasi, korelasi, <em>Saccharomyces cerevisiae</em>, sanitiser</p>Robin RonaldiPatricius Kianto AtmodjoBoy Rahardja Sidharta
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-252022-07-251130631310.55180/pro.v1i1.267STUDI INVENTORY CONTROL PADA NATIONAL FULLFILLMENT CENTER CIKARANG DI PT. XYZ INDONESIA
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/268
<ol> <li>XYZ termasuk ke dalam perusahaan rintisan (<em>Startup</em>) elektronik atau <em>e-commerce</em> di bagian penyediaan komoditas buah, sayur, dan bahan rumah tangga. Sebelum barang dapat disuplai, maka diperlukan proses penyimpanan (<em>Inventory</em>). Penyimpanan termasuk kedalam biaya dan pemborosan sehingga bersamaan dengan tujuan penelitian ini ialah dilakukan pengkajian manajemen kontrol stok yang baik. Bentuk realisasi yang telah dilakukan diantaranya pembuatan <em>National Fullfillment Center</em> (NFC), proses validasi, <em>cycle count</em>, <em>stock moving</em>, <em>stock opname</em>, <em>repacking</em>, <em>validation</em>, <em>replenishment</em>, <em>reporting aging</em>, <em>breakage</em>, perhitungan <em>buffer stock </em>dan <em>empty check.</em> Strategi ini juga sangat penting diterapkan karena sebagian produk yang disimpan dan dijual merupakan produk rentan mengalami kerusakan (<em>perishable</em>) dan memiliki umur simpan yang realtif singkat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan ABC <em>Analysis</em> dan <em>First in First Out</em> (FIFO) sedangkan prosedur penelitian dilakukan dengan observasi secara langsung.</li> </ol> <p>Hasil penelitian ini didapatkan tabel analisis ABC dari 12 SKU, Tabel FIFO yang didukung oleh <em>remaining shelf life</em> untuk barang-barang <em>perishable</em>, dan perhitungan <em>buffer stock</em>. Proses perhitungan <em>buffer stock</em> didasarkan pada permintaan (tren) dan ketepatan penyimpanan. Berdasarkan permintaan (<em>demand</em>) produk dan ketersediaan stok, penerapan metode ABC dan FIFO berimplikasi dalam meningkatkan produktivitas seperti keseimbangan lini (<em>Line Balancing</em>). Lalu perhitungan bufferstock berguna dalam mencegah probabilitas <em>Out of Stock </em>(OOS).</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> <em>ABC analysis, FIFO, Inventory Record Accuracy (IRA)</em>, <em>perishable food</em>, <em>warehouse management system</em></p>Rafii Priadji MegatamaJaya Mahar MaliganRiska Septifani
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-252022-07-251131432210.55180/pro.v1i1.268PENDUGAAN UMUR SIMPAN FOOD BAR TALAS BENENG METODE ACCELERATED SHELF-LIFE TESTING (ASLT) MODEL ARRHENIUS DENGAN KEMASAN ALUMUNIUM FOIL
https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/PRO/article/view/269
<p>Food bar merupakan jenis makanan semi basah dengan kandungan kalori dan protein tinggi yang diformulasikan secara khusus dari berbagai macam bahan dengan bentuk batang dan dikonsumsi pada saat sela-sela waktu makan. Inovasi pengembangan produk food bar dapat dilakukan dengan substitusi atau penambahan bahan pangan lain yang layak dikonsumsi, salah satunya yaitu tepung talas beneng. Informasi umur simpan produk diperlukan untuk menjamin bahwa produk masih layak dikonsumsi dan belum mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendugaan umur simpan food bar talas beneng menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan persamaan Arrhenius. Pengujian pendugaan umur simpan dengan metode ASLT model Arrhenius dilakukan pada tiga suhu penyimpanan mewakili suhu dingin, ruang dan panas yaitu 5, 25 dan 45 ⁰C selama 28 hari dengan waktu pengamatan setiap 7 hari. Adapun parameter yang diamati yaitu kadar air. Berdasarkan hasil yang diperoleh, diketahui bahwa food bar talas beneng yang dikemas dengan aluminium foil memiliki umur simpan yang berbeda pada setiap suhu penyimpanan. Adapun umur simpan food bar talas beneng pada penyimpanan suhu 5⁰C, 25⁰C dan 45⁰C secara berurut yaitu 8,95 hari, 9,56 hari dan 7,24 hari.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> ASLT, food bar talas beneng, umur simpan</p>Nanda Kuntum NirwanaFitria Riany ErisRifqi Ahmad Riyanto Nia Ariani Putri
Copyright (c) 2022 PROSIDING SEMINAR NASIONAL INSTIPER
2022-07-252022-07-251132333110.55180/pro.v1i1.269