Penjarangan Awal Tanaman Sengon Jarak Tanam 2m X 2m Agroforestry Sederhana di Widodomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta

Penulis

  • Agus Prijono Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Indonesia
  • Rawana Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Indonesia
  • Setiaji Heri Saputro Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55180/jwt.v15i2.2344

Kata Kunci:

The first thinning, sengon, simple agroforestry, 2m x 2m, Widodomartani

Abstrak

The Widodomartani community cultivates some of their land for forest plants, generally sengon (Falcataria moluccana) is liked community because fast growing species and harvested quickly. Generally, the planting pattern used is simple agroforestry, with a planting distance of 2m x 2m. This research aims to determine the growth using agroforestry pattern ,time the first thinning and  their plant components  . The growth data taken is in the form of height, diameter and plant components. The growth data obtained was t tested. The results research t tested showed that agroforestry pattern is better than monoculture to 3 aged for average height and average diameter before 3 aged but at 3 aged not significant so this is the right time for the first thinning so that when harvesting the results are optimal. The plant components first year include sengon with intercropping of cassava, chili peppers, blue taro, tomatoes, corn, papaya  and after first year sengon, blue taro, papaya. The disturbance found was tumor rust caused by Uromycladium tepperianum.

Referensi

Anonim. (2021). Ilwa Bakal Transformasi Asosiasinya Menjadi Modern. Jateng.Antaranews.Com.

Anonim. (2022). Kunjungan Praktek lapangan Mahasiswa Kehutanan INSTIPER Yogyakarta.

Baker, F. S., T.W. Daniel, & J.A. Helmsl. (1987). Prinsip-Prinsip Sivikultur. Terjemahan Djoko Marsono. (Oemi Hani’in Soeseno, Ed.; 2nd ed.). Gadjah Mada University Press.

Baskorowati, L. (2014). Budidaya Sengon Unggul (Falcataria moluccana) Untuk Pengembangan Hutan Rakyat. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kehutanan dan Dirjen Bina Usaha Kehutanan. Kementerian Kehutanan. Penerbit IPB Press. JakartaIndrajaya, Y. (2017). Daur Optimal Hutan Tanaman Sengon Dalam Proyek Aforestasi: Review Hasil Penelitian Suharlan 1975. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. Volume 6 (2), 147-156. Jurnal Balithut Makasar.

Evans, J. & J.W. Turnbull. (2004). Plantation Forestry in the Tropics. Oxford University Press. Third edition. New York.

Indrajaya, Y. (2017). Daur Optimal Hutan Tanaman Sengon Dalam Proyek Aforestasi: Review Hasil Penelitian Suharlan 1975. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. Volume 6(2). Agustus 2017: 147-156.

Indriyanto. (2008). Pengantar Budi Daya Hutan. Cetakan Pertama. Penerbit PT Bumi Aksara. Jakarta.

Krisnawati, H. , Evellina V., Maarit K., & Markku K. (2011). Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen. Ekologi, Silvikultur dan Produktivitas. CIFOR, Bogor, Indonesia.

Mansur, I. (2015). Bisnis dan Budidaya 18 Kayu Komersial. PT. Penebar Swadaya.

Nair, K. S. S., & Sumardi. (2000). Insect pests and diseases in Indonesian forests. CIFOR, Bogor, Indonesia.

Nyland, R. D. ,. (1996). Silviculture.

Prijono, A., & Saputro, H. S. (2024). Pertumbuhan Sengon Umur Lima Tahun pada Tanah Regosol di Widodomartani, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Wana Tropika , 14(01), 28–35.

Rahayu, S. (2014). Penyakit Karat Tumor pada tanaman sengon (Falcataria moluccana). (Cetakan kedua). Gadjah Mada University Press.

Sumarno, A. (2012). . Sengon dan Jabon Kayu Super Cepat. PT. Penebar Swadaya.

Trubus. (2022a). Sengon pasar ekspor perlu pasokan besar (L/III, Vol. 629).

Trubus. (2022b). Sengon sumber laba super: Vol. L/III (Trubus nomer 629).

Warisno dan Kres Dahana. (2010). Investasi Sengon. PT Gramedia Pustaka Utama. Cetakan ke-2.

Warisno, & Kres D. (2010). Investasi Sengon (Cetakan ke-2). PT Gramedia Pustaka Utama.

Young, R.A. and R.L.Giese. (2003). Introduction to Forest Ecosystem Science and Management. Third edition. USA.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-19

Cara Mengutip

Prijono, A., Rawana, & Saputro, S. H. (2026). Penjarangan Awal Tanaman Sengon Jarak Tanam 2m X 2m Agroforestry Sederhana di Widodomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Jurnal Wana Tropika, 15(2), 60–68. https://doi.org/10.55180/jwt.v15i2.2344

Terbitan

Bagian

Artikel

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>