AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT <p>Jurnal AGRIFITIA terbit bedasarkan ISSN nomor 2809-6835 (P-ISSN) dan 2809-705X (E-ISSN) yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian INSTIPER mulai tanggal 6 Januari 2022. Di tingkat nasional terdapat permasalahan atau isu-isu umum yang terkait dengan Pembangunan pertanian, Manajemen Pertanian, Komunikasi Agribisnis, Pemberdayaan Hasil Pertanian dan lainya. Jurnal AGRIFITIA diterbitkan secara rutin dua kali setahun (Maret dan September).</p> <p>Jurnal AGRIFITIA merupakan sarana informasi ilmiah perkembangan ilmu Agribisnis yang mencakup berbagai isu terikait perkebunan dan pertanian dalam arti luas berupa hasil penelitian ilmiah dan kajian teoritis</p> <p><span class="selectable-text copyable-text false">Agrifitia telah terindex di Google Scholar, Garuda , Crossreff.</span></p> <p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6" dir="ltr"><span class="selectable-text copyable-text false">Berdasarkan salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 177/E/KPT/2024 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2024, Agrifitia telah memperoleh Akreditasi Baru Peringkat 5 Mulai Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021 sampai Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026.</span></p> <p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6" dir="ltr"> </p> en-US Agrifitia@instiperjogja.ac.id (Siwi Istiana Dinarti, S.P., M.Sc) Agrifitia@instiperjogja.ac.id (Dr. Ismiasih., S.TP., M.Sc) Wed, 09 Sep 2026 09:38:27 +0700 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Systematic Literature Review: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Bawang Merah https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2563 <p><em>Shallots are a horticultural commodity that plays an important role in society, both in terms of economic value and nutritional content. Shallot production is influenced by various production factors, so that understanding these factors is important to support increased production. The objectives of this study are 1) to identify the methods used to select respondents, 2) to identify the data collection techniques used in studies on shallot production, and 3) to identify the factors influencing shallot production. The method used in this study was a Systematic Literature Review (SLR) by examining various scientific articles obtained through Google Scholar using the Publish or Perish application. The articles used were sourced from Sinta 1 to Sinta 5 indexed journals published from 2021 to 2025. The results of the study indicate that 1) the most commonly used method for determining respondents is simple random sampling, 2) the most frequently used data collection techniques are questionnaires and interviews, and 3) the factors influencing shallot production include labor, seeds or seedlings, land area, fertilizers, pesticides or chemicals, information and communication technology, and capital. The factors most frequently studied in research on shallot production are labor, seeds or seedlings, land area, and fertilizers.</em></p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peranan penting bagi masyarakat, baik dari segi nilai ekonomi maupun kandungan gizinya. Produksi bawang merah dipengaruhi oleh berbagai faktor produksi, dengan hasil penelitian yang menunjukkan temuan yang beragam. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui metode yang diterapkan dalam menentukan responden, 2) mengetahui teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian produksi bawang merah, dan 3) mengetahui faktor yang memengaruhi produksi bawang merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang diperoleh melalui <em>Google Scholar</em> menggunakan bantuan aplikasi <em>Publish or Perish</em>. Artikel yang digunakan berasal dari jurnal terindeks Sinta 1 sampai Sinta 5 pada periode 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa 1) metode penentuan responden yang paling banyak digunakan adalah <em>simple random sampling</em>, 2) teknik pengumpulan data yang paling sering digunakan adalah kuesioner dan wawancara, dan 3) faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah meliputi tenaga kerja, benih atau bibit, luas lahan, pupuk, pestisida atau obat-obatan, teknologi informasi dan komunikasi, serta modal. Faktor yang paling banyak diteliti dalam penelitian produksi bawang merah adalah tenaga kerja, benih atau bibit, luas lahan, dan pupuk.</p> Farah Vania Erdiana, Yusmi Nur Wakhidati Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2563 Wed, 09 Sep 2026 00:00:00 +0700