https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/issue/feed AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation 2026-04-20T11:30:23+07:00 Siwi Istiana Dinarti, S.P., M.Sc Agrifitia@instiperjogja.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal AGRIFITIA terbit bedasarkan ISSN nomor 2809-6835 (P-ISSN) dan 2809-705X (E-ISSN) yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian INSTIPER mulai tanggal 6 Januari 2022. Di tingkat nasional terdapat permasalahan atau isu-isu umum yang terkait dengan Pembangunan pertanian, Manajemen Pertanian, Komunikasi Agribisnis, Pemberdayaan Hasil Pertanian dan lainya. Jurnal AGRIFITIA diterbitkan secara rutin dua kali setahun (Maret dan September).</p> <p>Jurnal AGRIFITIA merupakan sarana informasi ilmiah perkembangan ilmu Agribisnis yang mencakup berbagai isu terikait perkebunan dan pertanian dalam arti luas berupa hasil penelitian ilmiah dan kajian teoritis</p> <p><span class="selectable-text copyable-text false">Agrifitia telah terindex di Google Scholar, Garuda , Crossreff.</span></p> <p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6" dir="ltr"><span class="selectable-text copyable-text false">Berdasarkan salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 177/E/KPT/2024 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2024, Agrifitia telah memperoleh Akreditasi Baru Peringkat 5 Mulai Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021 sampai Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026.</span></p> <p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6" dir="ltr"> </p> https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2506 FRONT MATTER VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2026 2026-04-20T11:30:23+07:00 Ismiasih ismiasih2017@gmail.com <p>FRONT MATTER VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2026</p> 2026-04-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2294 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah Desa Karangkemiri Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga 2026-01-13T10:46:45+07:00 Faizah Noviani faizahnoviani05@gmail.com Irene Kartika Eka Wijayanti irenekartika@gmail.com Kiki Puspitasari kikipuspitasari@gmail.com <p><em>This study aims to: 1) Calculate the production of paddy fields in Karangkemiri Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency; 2) Analyze the use of factors that influence the level of paddy field production in Karangkemiri Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. The research method used is taken from other people’s research that is processed. This study uses data analysis in the form of Descriptive Analysis to determine the use of paddy field production factors using the Cobb-Douglas formula. Sampling in this study was carried out through a case study using respondents from the Kridaboga 1 Farmer Group, Karangkemiri Village. The results of this study indicate that 1) The paddy field production reached 7.4 tons/ha/planting season; 2) The results of the multiple linear regression analysis carried out simultaneously obtained variables of land area, seeds, fertilizers, pesticides dan labor have a significant impact on the dependent variable, namely rice production (Y). When analyzed separately, the factors of land area, seeds, and fertilizers were proven to have a real effect on rice production, while pesticides and labor factors did not show a significant effect on rice production. This show an R square value of 0.998 or 99.8% which indicates that the fastors of land area, seeds, fertilizers, pesticides, labor, and rice production are interrelated and very strong, and have a large influence in influencing rice production with a contribution achieved of 99.8% while the remaining 0.02% is influenced by other factors</em><em>.</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghitung produksi padi sawah di Desa Karangkemiri Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga; 2) Menganalisis penggunaan faktor - faktor yang mempengaruhi tingkat produksi padi sawah di Desa Karangkemiri Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur yang dalam hal ini data yang digunakan diambil dari penelitian orang lain yang diolah. Penelitian ini menggunakan analisis data berupa Analisis Deskriptif guna mengetahui produksi padi sawah serta Analisis Regresi Linier Berganda untuk mengetahui penggunaan faktor - faktor produksi padi sawah menggunakan rumus <em>Cobb-Douglas</em>. Penarikan sampel pada penelitian ini dilakukan secara studi kasus dengan menggunakan responden petani Kelompok Tani Kridaboga 1 Desa Karangkemiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Produksi padi sawah yang dihasilkan mencapai 7,4 ton/ha/musim tanam; 2) Hasil dari analisis regresi liniear berganda yang dilakukan secara bersamaan diperoleh variable luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja memiliki dampak signifikan terhadap variable dependen yaitu produksi padi (Y). Saat dianalisis secara terpisah, faktor luas lahan, benih, dan pupuk terbukti benar-benar berpengaruh pada produksi padi, sementara faktor pestisida dan tenaga kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi padi. Hal ini menunjukkan nilai R square sebesar 0,998 atau 99,8% yang menandakan bahwa faktor luas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan produksi padi saling terkait dan sangat kuat, serta memiliki pengaruh besar dalam mempengaruhi produksi padi dengan kontribusi yang dicapai sebesar 99,8% sementara sisanya 0,02% dipengaruhi oleh faktor lain.</p> 2023-03-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/1899 Business Model Canvas pada Bisnis Bawang Merah Goreng “SUPERBRAM” di KWT Putri Manunggal Kabupaten Kulonprogo 2026-01-13T10:49:45+07:00 Fatkhiyah Rohmah fatkhiyahrohmah@untidar.ac.id Anggun Pramudita anggunpramudita@gmail.com Aulia Putri Nur Cahyani Cahyani@gmail.com Azka Aulia Qayyum Qayyum@gmail.com Muhammad Dhafa Putra Bahagia Bahagia@gmail.com Rahmatia Destriani Destriani@gmail.com Agus Dwi Nugroho Nugroho@gmail.com <p><em>Micro-enterprises in the agribusiness sector play a vital role in supporting local economies and empowering communities, particularly through product innovation based on regional potential. One such example is the Superbram fried shallot business managed by the Women Farmers Group (KWT) Putri Manunggal in Kulon Progo Regency. </em><em>This study aims to analyse the business model of the Superbram fried shallot enterprise managed by KWT Putri Manunggal, using the Business Model Canvas (BMC) approach, which comprises nine key components. The analysis is complemented with a SWOT approach to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats within each BMC element. The findings indicate that Superbram possesses strengths in product quality and support from strategic partners, but still faces challenges in production capacity, packaging innovation, digital promotion, and revenue diversification. The SWOT analysis recommends strategies such as strengthening long-term partnerships, adopting appropriate technology, developing products and packaging, and optimizing digital marketing. These findings provide a foundation for formulating more adaptive and sustainable business development strategies to address market dynamics and competition among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the agribusiness sector.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> SWOT; agribusiness; small enterprise; fried shallots; development strategy</em></p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Usaha mikro di sektor agribisnis memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat, terutama melalui inovasi produk berbasis potensi daerah. Salah satu contohnya adalah usaha olahan bawang merah goreng Superbram yang dikelola oleh KWT Putri Manunggal di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis usaha bawang merah goreng Superbram di KWT Putri Manunggal, menggunakan pendekatan <em>Business Model Canvas</em> (BMC) yang terdiri dari sembilan elemen utama. Analisis dilengkapi dengan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada masing-masing elemen BMC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha Superbram memiliki keunggulan dalam kualitas produk dan dukungan mitra strategis, namun masih menghadapi tantangan dalam hal kapasitas produksi, inovasi kemasan, promosi digital, serta diversifikasi pendapatan. Analisis SWOT merekomendasikan strategi penguatan kemitraan jangka panjang, adopsi teknologi tepat guna, pengembangan produk dan kemasan, serta optimalisasi pemasaran digital. Temuan ini memberikan dasar bagi penyusunan strategi pengembangan usaha yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pasar dan persaingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor agribisnis.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> SWOT; agribisnis; usaha kecil; bawang merah goreng; strategi pengembangan</p> 2026-03-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2079 Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Ulat Grayak (Spodoptera Frugiperda) pada Tanaman Jagung dengan Menggunakan Pestisida Nabati di Simalungun 2026-01-13T09:53:51+07:00 Jamarkos Purba Purba@gmail.com Mukhlis Yahya Yahya1@gmail.com Amelia Zuliyanti Siregar ameiliazuliyanti@gmail.com <p><em>The armyworm pest is one of the main problems in corn cultivation in Silou Kahean District</em><em>, Simalungun Regency, Nortern Sumatera.</em><em> Farmers' lack of understanding of environmentally friendly control methods has led to the continued high use of pesticides. This study aims to: (1) identify the potential areas for agricultural extension, (2) analyze the objectives of extension activities on armyworm control using botanical pesticides, (3) analyze the objectives of extension activities based on farmers' socio-economic characteristics, (4) assess farmers' acceptance of extension activities, and (5) determine farmers' acceptance of the extension program design. The research method used is quantitative descriptive with data collection techniques through questionnaires and interviews. The research was conducted from April to June 2024 and calculated using a rating scale. The results showed that the extension targets were corn farmers who were members of farmer groups. The material provided focused on the use of botanical pesticides in controlling gr</em><em>a</em><em>yak caterpillars. The media used were brochures and caterpillar samples, with methods including lectures, discussions, and compression. The extension activities were conducted three times at the extension service post and on farmers' land. The conclusion indicates that the extension activities were well received by farmers and deemed beneficial in supporting more sustainable agricultural practices.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Extension program design; farmers; gray caterpillars; corn; botanical pesticides.</em></p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Hama ulat grayak merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya jagung di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kurangnya pemahaman petani terhadap metode pengendalian yang ramah lingkungan menyebabkan masih tingginya penggunaan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, (2) menganalisis tujuan penyuluhan pengendalian ulat greyak dengan pestisida nabati, (3) menganalisis tujuan penyuluhan berdasarkan karakteristik sosial dan ekonomi petani, (4) menilai tingkat penerimaan petani terhadap kegiatan penyuluhan, dan (5) mengetahui penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang disusun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2024 dan dihitung menggunakan skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sasaran penyuluhan adalah petani jagung anggota kelompok tani. Materi yang diberikan fokus pada penggunaan pestisida nabati dalam pengendalian ulat greyak. Media yang digunakan berupa brosur dan contoh ulat, dengan metode ceramah, diskusi, dan kompresi. Kegiatan penyuluhan dilakukan sebanyak tiga kali di pos layanan penyuluhan dan lahan petani. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan diterima dengan baik oleh petani dan dinilai bermanfaat dalam mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Rancangan penyuluhan; petani; ulat grayak; jagung; pestisida nabati.</p> 2026-03-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2098 Strategi Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Nila Studi Kasus UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar Kutasari Kabupaten Purbalingga 2026-01-13T10:25:30+07:00 Sekar Sukmaningsih sekarsukma28@students.unperba.ac.id Ayu Sitanini sitanini@gmail.com Victor Bintang Panunggul Panunggul@gmail.com <p><em>The Kutasari Freshwater Fish Seed Center (BBIAT), as a technical implementation unit of the Purbalingga Regency DKPP, plays an important role in providing quality tilapia seeds. However, its operations still face several obstacles, necessitating a business development strategy. This study aims to: (1) identify internal and external factors of the tilapia fish seed business, (2) formulate alternative strategies through SWOT analysis, and (3) determine priority strategies using QSPM. The study was conducted in July–August 2025 using a descriptive qualitative approach through case studies. Data were obtained from interviews, observations, and questionnaires to seven respondents directly involved. The analysis was conducted using the IFE, EFE, IE, SWOT, and QSPM Matrices. The results showed 7 strength indicators and 6 weakness indicators, as well as 5 opportunity and threat indicators each. The IFE Matrix score (2.92) and EFE (2.88) placed BBIAT Kutasari in Cell V of the IE Matrix with a “Hold and Maintain” strategy. The SWOT analysis yielded SO, ST, WO, and WT strategies. Based on the QSPM, the priority strategy is strategy B (a combination of WO and WT) with a TAS score of 6.91. This strategy emphasizes improving internal management, strengthening administration, upgrading facilities, implementing fish health protocols, and optimizing digital-based marketing. Therefore, the development of the tilapia hatchery business at BBIAT Kutasari is directed at increasing internal capacity while mitigating external threats to maintain business sustainability.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Development Strategy; Kutasari BBIAT UPTD; QSPM; SWOT; Tilapia Fish Hatcher.</em></p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kutasari, sebagai unit pelaksana teknis DKPP Kabupaten Purbalingga, memiliki peran penting dalam penyediaan benih ikan nila berkualitas. Namun, operasionalnya masih menghadapi sejumlah kendala sehingga diperlukan strategi pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha pembenihan ikan nila, (2) merumuskan strategi alternatif melalui analisis SWOT, dan (3) menentukan strategi prioritas menggunakan QSPM. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus. Data diperoleh dari wawancara, observasi, serta kuesioner kepada tujuh responden yang terlibat langsung. Analisis dilakukan menggunakan Matriks IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan adanya 7 indikator kekuatan dan 6 indikator kelemahan, serta masing-masing 5 indikator peluang dan ancaman. Skor Matriks IFE (2,92) dan EFE (2,88) menempatkan BBIAT Kutasari pada Sel V Matriks IE dengan strategi “Hold and Maintain”. Analisis SWOT menghasilkan strategi SO, ST, WO, dan WT. Berdasarkan QSPM, strategi prioritas adalah strategi B (kombinasi WO dan WT) dengan nilai TAS 6,91. Strategi ini menekankan perbaikan manajemen internal, penguatan administrasi, peningkatan fasilitas, penerapan protokol kesehatan ikan, serta optimalisasi pemasaran berbasis digital. Dengan demikian, pengembangan usaha pembenihan ikan nila di BBIAT Kutasari diarahkan pada peningkatan kapasitas internal sekaligus mitigasi ancaman eksternal untuk menjaga keberlanjutan usaha.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Pembenihan Ikan Nila; QSPM; Strategi Pengembangan; SWOT; UPTD BBIAT Kutasari.</p> 2026-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2162 Alokasi Pendapatan Rumah Tangga Karyawan Panen Kelapa Sawit di PT. Bakrie Sumatera Plantation Kisaran Kabupaten Asahan 2026-01-13T10:38:33+07:00 Muhammad Raihan Fadhali raihanfadhali91@gmail.com Listiyani listiyani.skripsi1@gmail.com Istiti Purwandari istiti.instiper@gmail.com <p><em>Income is one of the factors influencing consumption patterns, particularly among harvesting workers in oil palm plantations. This study aims to determine 1.) the level of income, 2.) the pattern of income allocation, and 3.) the effect of income on household consumption of oil palm harvesting workers at PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Kisaran, Asahan Regency. The research was conducted from November to December 2024 using a quantitative descriptive method with a simple random sampling technique involving 30 respondents. Data were obtained from both primary and secondary sources. Primary data were collected through interviews and questionnaires, and analyzed using descriptive analysis and simple linear regression. The results show that the average household income of harvesting workers is Rp4,549,333 per month, with the majority of respondents (76.66%) earning more than Rp4,000,000. The income allocation pattern indicates that 52% is spent on consumption needs, 22% on entertainment or discretionary spending, and 26% on savings and emergency funds, exceeding the 50-30-20 budgeting rule. Regression analysis shows that income has a positive and significant effect on household consumption, explaining 39.4% of the variation, while the remaining percentage is influenced by other factors. These findings indicate that harvesting workers are not only able to meet their basic needs but also demonstrate a relatively strong awareness of saving, which contributes to improving household welfare.</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pendapatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola konsumsi, khususnya di kalangan pekerja panen di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1.) tingkat pendapatan, 2.) pola alokasi pendapatan, dan 3.) pengaruh pendapatan terhadap konsumsi rumah tangga pekerja panen kelapa sawit di PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Kisaran, Kabupaten Asahan. Penelitian ini dilakukan dari November hingga Desember 2024 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana yang melibatkan 30 responden. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga rata-rata pekerja panen adalah Rp4.549.333 per bulan, dengan mayoritas responden (76,66%) memperoleh pendapatan lebih dari Rp4.000.000. Pola alokasi pendapatan menunjukkan bahwa 52% dihabiskan untuk kebutuhan konsumsi, 22% untuk hiburan atau pengeluaran diskresioner, dan 26% untuk tabungan dan dana darurat, melebihi aturan penganggaran 50-30-20. Analisis regresi menunjukkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, menjelaskan 39,4% dari variasi, sedangkan persentase sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja panen tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka tetapi juga menunjukkan kesadaran yang relatif kuat untuk menabung, yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rumah tangga.</p> 2026-04-07T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2376 Peran Daerah Basis Produksi Padi Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Regional: Analisis Location Quotient (LQ) Provinsi Jawa Tengah 2026-03-09T14:01:59+07:00 Yuliana Samantha yuliana.faperta@gmail.com <p><em>S</em><em>tudy aims to identify the level of specialization and comparative advantage of rice production across districts and municipalities in Central Java Province using Location Quotient (LQ) approach. Analysis is based on secondary data on rice production for the 2018–2024 period obtained from Central Statistics Agency. LQ method was applied by comparing the proportion of district-level rice production to total provincial production in order to determine base sectors. Results indicate that Grobogan (1.448), Cilacap (1.425), Sragen (1.305), and Pati (1.065) have LQ values greater than one (LQ &gt; 1), classifying them as rice production base areas with relatively high specialization. In contrast, most other districts and municipalities show LQ values below one (LQ &lt; 1), suggesting that rice production is not yet a leading sector in those regions. These findings reveal a spatial concentration of rice production in specific areas of Central Java. Therefore, agricultural development policies should prioritize strengthening base regions while enhancing productivity in non-base areas to support sustainable regional food security.</em></p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat spesialisasi dan keunggulan komparatif produksi padi antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah menggunakan pendekatan <em>Location Quotient</em> (LQ). Data yang digunakan berupa data sekunder produksi padi periode 2018–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan dengan membandingkan proporsi produksi padi di tingkat kabupaten/kota terhadap total produksi provinsi untuk menentukan sektor basis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grobogan (1,448), Cilacap (1,425), Sragen (1,305), dan Pati (1,065) memiliki nilai LQ lebih dari satu (LQ &gt; 1), sehingga dikategorikan sebagai daerah basis produksi padi dengan tingkat spesialisasi relatif tinggi. Sementara itu, sebagian besar kabupaten/kota lainnya memiliki nilai LQ kurang dari satu (LQ &lt; 1), yang mengindikasikan bahwa produksi padi belum menjadi sektor unggulan di wilayah tersebut. Temuan ini menunjukkan adanya konsentrasi spasial produksi padi di wilayah tertentu di Jawa Tengah. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan pertanian perlu diarahkan pada penguatan daerah basis serta peningkatan produktivitas wilayah non-basis guna mendukung ketahanan pangan regional secara berkelanjutan.</p> <p> </p> 2026-04-07T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/1971 Pemanfaatan Lahan Sempit Melalui Urban Farming Sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Pangan Keluarga 2026-01-13T10:11:29+07:00 Ivan Sanjiva Redy redyi9233@gmail.com Sri Subekti bekti.faperta@unej.ac.id Lenny Luthfiyah lennyluthfiyah@gmail.com <p><em>Rapid urbanization in Surabaya City has led to the conversion of agricultural land into residential areas, thus threatening food security. To address this, the Surabaya City Government, through the Department of Food Security and Agriculture, is promoting an urban farming program as a solution for utilizing limited land in urban areas. Various urban farming studies generally focus on partial crop cultivation, while studies on the integration of agriculture, fisheries, and livestock on a micro-scale in urban areas are still limited. This study aims to describe the utilization of limited land based on multi-sector integration implemented by the Mekarsari Farmers Group in Baratajaya Village, Gubeng District, Surabaya City, and to determine the benefits of urban farming. The study used a qualitative descriptive approach with observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The results showed that the group developed an integrated urban farming model through a combination of crop cultivation (hydroponics, potted plants, tabulapots, and direct planting), fisheries (tarpaulin ponds, cement ponds, and biofloc drum systems), and household-scale livestock farming on limited land such as yards, building gaps, and rooftops. These findings demonstrate that multi-sector integration in urban micro-farms can increase household food availability, increase income, and strengthen family food security in a sustainable manner. The contribution of this research lies in the development of an integrated urban farming model that adapts to space constraints in dense urban areas.</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Urbanisasi yang pesat di Kota Surabaya menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman, sehingga mengancam ketahanan pangan. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggalakkan program urban farming sebagai solusi pemanfaatan lahan sempit di wilayah perkotaan. Berbagai studi urban farming umumnya berfokus pada budidaya tanaman secara parsial, sementara kajian mengenai integrasi pertanian, perikanan, dan peternakan pada skala lahan mikro perkotaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan lahan sempit berbasis integrasi multisektor yang diterapkan oleh Kelompok Tani Mekarsari di Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, serta mengetahui manfaat urban farming. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mengembangkan model urban farming terintegrasi melalui kombinasi budidaya tanaman (hidroponik, tasapot, tabulapot, dan tanam langsung), perikanan (kolam terpal, kolam semen, drum sistem bioflok), serta peternakan skala rumah tangga pada lahan terbatas seperti halaman, sela bangunan, dan atap rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi multisektor pada lahan mikro perkotaan mampu meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga, menambah pendapatan, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model urban farming terintegrasi yang adaptif terhadap keterbatasan ruang di kawasan padat perkotaan.</p> 2026-04-09T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2073 Peranan Penyuluh Pertanian dalam Penerapan Pupuk Organik pada Kelompok Tani Harapan Makmur di Tegalsari, Jember 2026-01-13T10:08:39+07:00 Fatika Zahfia Riasti zahfiafatika@gmail.com Lenny Luthfiyah lennyluthfiyah@unej.ac.id Sofia sofia.faperta@unej.ac.id Rokhani rokhani@unej.ac.id <p><em>The decline in rice productivity in Tegalsari Village, Ambulu District, Jember Regency, demonstrates the need for a more sustainable agricultural system. Farmers' dependence on chemical fertilizers and the limited availability of subsidized fertilizers encourage the development of organic fertilizers as an alternative to improve soil quality and maintain sustainable production. However, the adoption rate of organic fertilizers among farmers remains relatively low despite the significant potential of livestock waste. This situation requires the active role of agricultural extension workers. This study aims to analyze the role of agricultural extension workers in the application of organic fertilizers in the Harapan Makmur Farmers Group. The study used a qualitative approach with a case study design. The research informants consisted of 16 individuals, comprising one agricultural extension worker and fifteen farmers, who were selected purposively. Data collection was conducted through moderate observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model, which involves data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the research data was tested through source and technique triangulation. The research results show that agricultural extension workers play a role in education, innovation dissemination, facilitation, consultation, supervision, monitoring, and evaluation in encouraging the adoption of organic fertilizers. This role has been able to improve farmers' knowledge and skills, although adoption rates vary and are uneven. However, the role of consultation and evaluation has not been optimal. Limited consultation intensity and the lack of measurable evaluation data hinder the role of extension workers in optimizing the sustainable application of organic fertilizers.</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penurunan produktivitas padi di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember menunjukkan perlunya penerapan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta keterbatasan pupuk bersubsidi mendorong pengembangan penggunaan pupuk organik sebagai alternatif untuk memperbaiki kualitas tanah dan menjaga keberlanjutan produksi. Namun, tingkat adopsi pupuk organik di kalangan petani masih relatif rendah meskipun terdapat potensi besar limbah ternak. Kondisi ini memerlukan peran aktif penyuluh pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan penyuluh pertanian dalam penerapan pupuk organik pada Kelompok Tani Harapan Makmur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri atas satu penyuluh pertanian dan lima belas petani yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi moderat, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data penelitian ini dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian menjalankan peran edukasi, diseminasi inovasi, fasilitasi, konsultasi, supervisi, pemantauan, dan evaluasi dalam mendorong penerapan pupuk organik. Peran tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, meskipun tingkat adopsi masih bervariasi dan belum merata. Namun, peran konsultasi dan evaluasi belum optimal. Keterbatasan intensitas konsultasi serta belum tersedianya data evaluasi yang terukur menjadi kendala pada peran penyuluh dalam optimalisasi penerapan pupuk organik secara berkelanjutan.</p> 2026-04-09T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2103 Perbandingan Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Asisten Kebun Menggunakan Metode SAW (Simple Additive Weighting) dan WP (Weight Product) di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1 (Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat) 2026-01-13T10:42:16+07:00 Valena Grasheila Tarigan valenatarigan2003@gmail.com Th Candra Wasis Agung Sutignya thomascandra2207@gmail.com Adi Marjani Patappa patappa@gmail.com <p><em>Promotion decisions are a strategic aspect of human resource management in the palm oil plantation sector, directly influencing operational effectiveness and productivity targets. This study compares two Decision Support System (DSS) methods, Simple Additive Weighting (SAW) and Weighted Product (WP), for determining Plantation Assistant promotions at PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1. Four company-defined criteria were applied: length of service (10%), work productivity (40%), work behavior (20%), and leadership (30%).Nine promotion candidates from Divisions 1–9 were evaluated. Both methods yielded consistent result, with Alternative 4 (Jumadi Asri – Assistant of Division 4) achieving the highest score and thus recommended for promotion. The findings confirm that SAW and WP can be effectively applied in plantation promotion decisions, tailored to company policies and operational needs.</em></p> <h1>ABSTRAK</h1> <p>Pengambilan keputusan pada promosi jabatan merupakan aspek strategis dalam manajemen sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit, yang secara langsung memengaruhi efektivitas operasional dan target produktivitas. Penelitian ini membandingkan dua metode <em>Decision Support System </em>(DSS), yaitu <em>Simple Additive Weighting </em>(SAW) dan <em>Weighted Product </em>(WP), dalam menentukan promosi Asisten Kebun di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1. Empat kriteria yang ditetapkan perusahaan digunakan, yaitu masa kerja (10%), produktivitas kerja (40%), perilaku kerja (20%), dan kepemimpinan (30%). Sebanyak sembilan kandidat promosi dari Divisi 1–9 dievaluasi. Kedua metode menghasilkan temuan yang sama, di mana Alternatif 4 (Jumadi Asri – Asisten Divisi 4) memperoleh skor tertinggi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode SAW dan WP dapat diterapkan secara efektif dalam pengambilan keputusan promosi di perkebunan, sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kebutuhan operasional.</p> 2026-04-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation